Profil Para MSC

Pastor Hubert Berry MSC

Lebih dikenal dengan nama Romo Berry atau RomY, sejak masa frater pastoral hingga saat ini ia lebih banyak berkarya di bagian pembinaan anak muda dan para peserta bina Kongregrasi Misionaris Hati Kudus (Tarekat MSC). Berasal dari Maumere, Romo Berry sempat menempuh perkuliahan di STKIP Widya Yuwana Madiun, Jawa Timur sampai akhirnya ia dihantar pada panggilannya menjadi MSC dengan memulai masa pembinaan di Pineleng, Manado, Sulawesi Utara.

Pada tanggal 10 Agustus 2001, Romo Berry mengikrarkan kaul untuk pertama kali di Novisiat MSC Karangnyar bersama beberapa teman angkatannya. Setelah menempuh lebih dari 6 tahun hidup berkaul, dia mengikrarkan kaul kekal di Pineleng, pada bulan Oktober 2007.

Setelah ditahbiskan sebagai imam MSC di Maumere pada tahun 2009, Romo Berry sempat melayani Paroki Pemalang dalam waktu relatif singkat. Ia kemudian diminta menjadi staf dalam Rumah Bina Novisiat. Sejak itu Romo Berry berkarya di bagian pembinaan sampai sekarang menjadi Asisten Provinsial di bagian pembinaan dan panggilan MSC.

Semoga hidup dan karya Romo Berry menjadi tanda kehadiran Allah bagi banyak orang. Ametur.


Fr. Paulus Watratan

Bukan Dari Garis Keturunan

Setelah aku mulai terjun dalam dunia sastra, karena beberapa penghargaan yang aku terima. Banyak orang bertanya-tanya kepadaku “Apakah ada seorang diantara keluarga Frater, yang pernah menjadi seorang penyair?” jawabannya, Tidak ada! Hal ini pernah juga diungkit oleh penyiar RRI Pro 2 FM Manado, saat mengundangku untuk menghadiri Acara Numpang-Nampang pada tahun 2019. Pertanyaan yang senadah ini, akhirnya dibongkar oleh penyiar saat itu. Bahwa menjadi seorang penulis muda bukanlah datang dari seorang keluargaku/keturunan, tetapi hal itu datang dari niat dan mimpiku untuk menjadi seorang penyair Indonesia. Akhirnya, niat dan mimpi itu menghantarku untuk mulai memberanikan diri dalam mengikuti berbagai event LPN hingga sekarang ini.

Bagiku menulis itu surgaku. Karena untaian yang tergores dalam ungkapan hati bersamaan sajak-sajak itu, adalah sungguh-sungguh jiwaku yang hidup di dalamnya. Seluruhnya aku salurkan bukan dari angan-angan belaka; namun semuanya tersurat oleh suara yang tulus membimbingku dalam itu. Dan suara itu aku percaya bahwa itulah Dia, yang memberiku talenta ini. Sehingga, dengan berjalanannya waktu, aku mulai percaya diri untuk bersaing dalam dunia sastra; walau dalam sebuah event karyaku pernah “ditolak” berkali-kali karena pendobolan kata. Dari disitulah aku belajar dan menyadari bahwa menjadi seorang penulis pemula, bukanlah satu hal yang mudah, seperti membalik telapak tangan. Tetapi membutuhkan kesabaran, kesetiaan dan ketenangan jiwa, agar kelak bisa menghantarku pada “kamus” puisi yang kini masih kuhidupi dalam perjalanan panggilanku ini, sebagai calon Imam Biarawan MSC.

Akhirnya, dalam rasa kekagumanku pada kiasan-kiasan yang terlantun dalam sajak goresan hatiku yang telah diterbitkan oleh beberapa event, semakin membuatku mencinta akan hal itu. Sembari tetap bersyukur kepada Dia, yang sudah memberiku karunia yang berharga ini. Sehingga, mampu menembus hati para pembaca; dan mengangkat hal yang baru tentang dunia, alam dan juga rupa-rupa pergumulan yang dihadapi manusia pada umumnya, seperti yang aku rasakan juga. Dari semua karyaku yang telah diterbitkan, bukan karena sengaja atau kebetulan, tetapi dari perjuangan dan mimpiku, agar kelak namaku juga terdaftar sebagai sang legendaris penyair Indonesia. Yang nanti mengharumkan nama tarekat dan almamaterku dan semua mereka yang selalu mendoa dan mendukungku. Salam literasi!


Pastor Budi Santoso MSC

P. Budi Santoso MSC menjadi imam Kongregasi Misionaris Hati Kudus (Tarekat MSC) 24 tahun lalu, sesudah bekerja dan mengalami kenyamanan hidup sebagai seorang profesional muda.

Fokus pelayanan beliau adalah pembinaan para MSC dan umat. Ia cukup lama berkarya di Novisiat MSC Karanganyar, Kebumen, sebagai socius dan kemudian sebagai magister Novisiat MSC. P. Budi Santoso juga aktif memberi retret, rekoleksi dan pembinaan lainnya kepada para religius. Dipercaya sebagai Pemimpin Ametur, perkumpulan Keluarga Chevalier di Indonesia, P. Budi Santoso melakukan pembinaan bagi para religius dan umat beriman yang tergabung dalam Keluarga Chevalier Indonesia.

Bagi P. Budi Santoso, tantangan terbesar dalam kehidupannya adalah saat menghadapi masalah kesehatan. Tetapi beliau tak pernah berhenti bersyukur dan percaya atas kasih dan penyertaan Tuhan. Beliau tetap mengabdikan diri setulus hati pada Hati Kudus Yesus.

(P. Budi Santoso MSC)

Tonton di Youtube

Pastor Agustinus Handoko MSC

Banyak orang mengenal Romo Agustinus Handoko MSC sebagai imam MSC Indonesia yang tampil mendampingi rekoleksi yaitu retret bagi banyak kelompok. Ia akrab disapa Mohan (singkatan Romo Handoko).

Sebagai imam MSC, Mohan pernah menjalani beberapa tugas pastoral parokial di Keuskupan Agung Jakarta dan Keuskupan Purwokerto, pelayanan rumah bina umat hingga menjadi ekonom Keuskupan Purwokerto. Pada 2017-2020, Mohan menjabat sebagai Wakil Pemimpin Provinsi MSC Indonesia.

Beberapa waktu lalu, Mohan dinyatakan positif Covid-19. Ia menceritakan pengalamannya saat menghadapi pandemi yang kini menghantui dunia kepada MSC TV. Mohan bersyukur atas rahmat kesehatan yang diterimanya. "Semuanya adalah karena kasih Tuhan."

(P. Andrew Paparang MSC)

Tonton di Youtube

Pastor Lambertus Somar MSC

Pada usia 88 tahun, spirit Romo Lambertus Somar MSC, kelahiran Merauke, 20 Mei 1932, selalu menjadi inspirasi dan memberi enerji positif pada orang-orang yang bersentuhan dengannya. Dijuluki Misionaris Segala Cuaca, imam yang telah hidup membiara selama 60 tahun ini pantang mengeluh dan patah oleh kesulitan bahkan penyakit. Umur tidak membatasi aktivitasnya. Ia masih melakukan perjalanan ke pulau-pulau terpencil di Indonesia.

" Hidup harus diisi dengan kegembiraan. Susah jangan ditangisi. Hidup adalah kesempatan. Kita diberi peluang berkontribusi bagi sesama," katanya. Ia ingin menghadirkan cinta Allah yang konkrit dengan mendedikasikan diri melayani banyak orang dengan penuh cinta kasih, khususnya masyarakat kecil dan tersisih. Selain iman, Romo Somar juga membangun kehidupan yang lebih baik bagi masyarakat di berbagai bidang seperti pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial, mengikuti teladan para misionaris perintis yang menjadi inspirasi Somar kecil bersama-sama Kongregasi Misionaris Hati Kudus dan Yayasan Kasih Mulia.

Tonton di Youtube

Pastor Yongki Wawo MSC

Saat ini, saya berkarya di tempat kelahiran Kongregasi Misionaris Hati Kudus (Tarekat MSC) di Issoudun, Prancis Tengah.

Pada masa lalu, yang berkarya adalah para konfrater MSC dari Provinsi Prancis dan Swiss saja karena Issoudun masuk dalam Provinsi MSC Prancis-Swiss.

Sejak 1 September 2017, komunitas internasional di bawah tanggung jawab generalat dibentuk di Issoudun. Ada 8 orang MSC internasional bekerja di Issoudun yaitu P. Emerson (Dominika), P. Gabriel (Kamerun), P. Martin dan P. Sebastian (India), P. Gerard dan Br. Simon (Swiss), P. Alfred (Prancis) dan saya, P. Yongki Wawo (Indonesia).

Kami tinggal dalam satu komunitas, namun bekerja di dua tempat berbeda. P. Emerson, P. Gabriel, dan P. Martin lebih banyak bekerja di Paroki Issoudun. P. Sebastian, P. Gerard, P. Alfred, Br. Simon dan saya bekerja di Basilika Bunda Hati Kudus. Saya dipercaya menangani para peziarah luar negeri yang datang ke Issoudun untuk napak tilas dan lain-lain.

Siapa sangka? Lahir di Flores, kini saya ditugaskan di Issoudun. Bunda Hati Kudus, lindungi saya untuk mengemban misi ini.

P. Yongki Wawo MSC
38 place du Sacré-Cœur
BP 154 ISSOUDUN CEDEX
36105-FRANCE
Téléphone:+33 (0)2 54 03 33 82


Pastor Samuel Maranresy MSC

Sejak 2020, Pastor Sam Maranrensy MSC ditunjuk sebagai Provinsial MSC Indonesia. Walaupun tergolong muda, ia memiliki banyak pengalaman dalam membina para imam MSC dan Keluarga Chevalier dalam tingkat nasional maupun internasional.

Ia pernah bertugas di rumah bina Novisiat MSC sebagai Socius dan kemudian sebagai Magister. Ia juga pernah menjadi staf pembina sekaligus pendidik dalam bidang Psikologi Konseling di Pranovisiat dan Skolastikat MSC. Sebelum menerima kepercayaan sebagai Provinsial MSC Indonesia, Pastor Sam Mararensy bertugas sebagai Koordinator Cor Vitae Asia yang merupakan institusi bina lanjut MSC tingkat Asia yang bertempat di Manila, Filipina.