Hari Sabtu 31 Januari 2026, bertempat di gereja Katedral Keuskupan Agung Merauke, ditahbiskan tiga imam baru, yaitu P. Gregorius Helyanan PR, P. Agustinus Yokit MSC dan P. John Lando MSC.

Dalam upaya pentahbisan itu, Uskup Pentahbis, Mgr P. C. Mandagi MSC menyampaikan bahwa seseorang yang ditahbiskan mengambil bagian dalam imamat Yesus Kristus.

Imamat itu imamat Yesus Kristus untuk melayani seperti Dia. Imamat bukan milik pribadi seorang imam, tetapi untuk melayani umat. Seseorang yang ditahbiskan itu untuk menjadi: Imam (kudus), Nabi (mengajar) dan Raja (memimpin).

Tetapi terutama mengususkan dan untuk bisa menguduskan maka imam harus hidup kudus, supaya bisa menguduskan orang lain (umat). Bagaimana mungkin seorang imam yang hidupnya tidak kudus lalu mau menguduskan orang lain?

Status NABI (mengajar) dapat diambil-alih oleh orang lain. Demikian pula status RAJA (memimpin) dapat diambil-alih oleh orang lain. Tetapi status IMAM (menguduskan) tidak dapat diambil-alih karena melekat secara pribadi hingga berjumpa dengan Sang Imam Agung, yaitu Yesus Kristus sendiri.

BAGAIMANA MERAWAT IMAMAT?

Sambil mengutip nasehat Paus Fransiskus, Mgr P. C. Mandagi MSC mengatakan bahwa untuk memelelihara atau merawat imamat, maka seorang imam harus:

    • dekat dengan Tuhan,

    • dekat dengan Uskup,

    • dekat dengan sesama imam, dan
    • dekat dengan Umat.

Dekat dengan TUHAN karena imamat itu milik Tuhan. Dekat dengan USKUP karena seorang imam mengambil bagian dalam tugas-tugas Uskup. Dekat dengan SESAMA IMAM karena imamat itu hanya satu dalam Yesus Kristus. Dekat dengan UMAT karena imamat itu untuk melayani umat, bukan untuk diri sendiri.

Selain itu juga, Uskup Pentahbis, Mgr P. C. Mandagi MSC mengatakan bahwa kekuatan Gereja Katolik adalah KETAATAN pada hirarki Gereja Katolik yang dinyatakan pada ketaatan para imam. Hal mana dinyatakan saat tahbisan, seorang diakon berjanji akan setia kepada Uskup dan para penggantinya.

BAGAIMANA DENGAN MSC?

Sebagaimana disebutkan di atas bahwa ada dua imam dari Tarekat MSC, yaitu P. Agus Yokit MSC dan P. John Lando MSC. Dua imam baru ini sebelumnya berdiakonal dalam misi luar negeri. P. Agus di Kuba dan P. John did Ekuador.

Dalam misa pertama di biara MSC Merauke, Senin 2 Februari 2026, mereka mengungkan kekhawatiran, kegelisahan dan bahkan ketakutan karena pergi di luar negeri yang asing. Tetapi juga ada kepercayaan bahwa Tarekat MSC tidak akan mencelakakan mereka.

Inti sharing mereka adalan pergi saja, percaya kepada Tuhan dan kepada Tarekat. Kita siap belajar hal-hal baru sambil menyesuaiksn diri dengan kehidupan orang setempat maka sukacita akan datang. Itulah yang kami alami dan siap untuk bermisi kembali ke Kuba dan Ekuador.

Demikian point-point penting yang dapat dibagikan yang diambil dari pentahbisan imam di Keuskupan Agung Merauke, Sabtu 31 Januari 2026. Semoga menyegarkan penghayatan iman sehubungan dengan imamat dan pelayanan. (Felix Amias).

Nonton Kisah Mereka

3 Videos
Spread the love