
Pada tanggal 14 Oktober 1900 Kapal Vancouver berlabuh di Grand Trunk di Lévis, Kanada. Di atas kapal, berdiri Pastor Jean-Baptiste Guillarme dan para skolastik (10) lainnya yang akan membentuk komunitas pertama di Quebec: Joseph Depigny, Theophile Dontenwill, Joseph Albert Henny, Achille Thiebaud, Henri Francheteau, Georges Tyrrell, Léon Bliekast, Ernest Baudimant, Jean-Paul Springinsfeld dan Flavien Vergères. Seperti yang telah diprediksi oleh Pastor Field, rumah Madame Charles-F. Langevin hampir tidak cocok untuk sebuah Skolastikat. Satu-satunya keuntungannya adalah hanya membutuhkan jarak waktu kurang dari 5 menit untuk sampai ke Seminari dan Universitas. Sedangkan untuk aspek lainnya, semuanya sangat berbeda dari pikiran praktis. Bahkan sebelum kedatangan para skolastik di Quebec, pada tanggal 18 dan 21 September 1900 Dewan Pimpinan Umum telah mengizinkan mereka untuk berekreasi “di jalan,” karena rumah tersebut tidak memiliki halaman belakang atau pun ruang rekreasi. Namun ini tidak seberapa dibandingkan dengan penderitaan yang dialami komunitas kecil itu ketika angin musim dingin datang: mantel, sepatu bot, sarung tangan, dan topi sama sekali sesuatu yang asing bagi rekan-rekan kami dari Prancis, seperti kain cawat bagi orang Eskimo. Dan sistem pemanas, yang gagal tidak berfungsi lebih dari sekali. Bahkan dikatakan bahwa suatu hari seluruh komunitas hampir mati karena sesak napas… Untungnya, ada saja para dermawan yang tinggal di sekitar Jln Carrières, dimulai dari Uskup Agung sendiri dan Rektor Universitas Laval. Tetapi bantuan yang tepat waktu dan pemberian sumbangan dari jiwa-jiwa orang yang baik tentu tidak membuat kami lupa bahwa sangatlah perlu menemukan tempat tinggal di tempat lain. Pastor Field beberapa kali mengeluh kepada Dewan Pimpinan Umum, terutama ketika termometer mendekati titik beku di Jln Carrières no 12. Sehingga pada bulan Desember 1900, Dewan Administrasi Umum Tarekat mengizinkan Pastor Field untuk mencari tempat tinggal lain di Quebec. Tidak lama kemudian, ia mengira telah menemukan rumah yang dibutuhkannya. Ternyata itu adalah bangunan dengan fasad memanjang sepanjang 40 meter dan lebar 70 meter, dengan taman, dan yang pernah berfungsi sebagai rumah sakit bagi kaum Protestan. Harganya 75.000 franc (sekitar $15.000). Tetapi dari mana mendapatkan uangnya? Provinsi Prancis yang telah kehilangan semua asetnya tidak dapat berutang baru. Kemudian dipikirkan bahwa rumah di Watertown dapat menutupi pengeluaran tersebut, untuk kepentingan Provinsi Amerika di masa yang akan datang. Pastor Meyer, Sekretaris Jenderal, mengusulkannya agar menghubungi Pastor O’Mahony dalam surat tertanggal 9 Februari 1901. Demikianlah Pastor Field menghubungi Pastor O’Mahony. Tanggapan dari para imam di Watertown ternyata bersifat negatif dengan alasan yang dibenarkan oleh Dewan Umum Mei 1901. Maka, Dewan Umum meminta Pastor Field untuk menunda pembelian dan melihat apakah kita tidak dapat menyewa saja rumah tersebut.
Vancouver adalah kapal uap transatlantik terkenal yang dibangun pada tahun 1884 di Glasgow (Skotlandia) oleh Charles Connell & Co. Disewa oleh Dominion Line, kapal ini membawa banyak imigran dan penumpang pada awal tahun 1900-an, menghubungkan Eropa (terutama Liverpool dan Naples) dan Amerika Utara (Kanada dan New England). https://www.norwayheritage.com/p_ship.asp?sh=vanco 32 Keputusan Dewan Umum, 18 dan 21 September 1900 33 Keputusan Dewan Umum, 15-31 Desember 1900 34 $15.000 pada tahun 1901 setara dengan daya beli sekitar $587.682,35 pada tahun 2026. Pada tahun 1901, gaji tahunan rata-rata seorang pekerja pabrik Quebec sekitar 285 CAD. 35 Keputusan Dewan Umum, April-Mei 1901 Halaman 17 dari 2
71 dan 73 rue Ste-Ursule di Quebec – di sudut kanan bawah. Foto diambil sekitar tahun 1880. (Arsip Nasional, Québec)
Pada akhir tahun ajaran, Pastor John Field kembali ke Inggris di mana ia baru saja diangkat sebagai Superior para novis, dari Novisiat pengasingan di Glastonbury, dengan Pastor Meunier sebagai Socius-nya. Pastor François Barral-lah yang datang untuk menggantikannya sebagai Superior Skolastikat di Quebec. Tiba pada tanggal 24 Oktober 1901, ia segera memulai tugas mencari tempat tinggal lain bagi para biarawan, karena komunitas tersebut sekarang memiliki 15 biarawan sejak kedatangan 3 siswa dan kembalinya satu siswa ke Prancis. Pastor Barral menemukan apa yang dicarinya di Jln Santa Ursula 71, di Distrik St-Louis. Rumah dengan lebar muka 20m itu milik Nyonya Mary Jane Walker, istri Frederic Montizambert, seorang bangsawan, dokter ahli bedah, dan Helen Filmer Walker. Sejak tahun 1892, dokter S. E. Grondin, L. O. Gauthier dan A. Rousseau memiliki kantor di sana dan berpraktik kedokteran di Rumah Sakit swasta Dr. Grondin, yang terletak tepat di sebelahnya, di Jln Santa Ursula 69. Rumah dan tanah tersebut dibayar seharga $9.000 dan kontrak ditandatangani pada tanggal 28 Januari 1902. Pada awal Mei 1902, kepindahan selesai. Tempat tinggal baru, yang lebih luas dan agak lebih terpencil, sangat cocok, meskipun membutuhkan perbaikan mendesak. Untuk tahun ajaran 1902-1903, komunitas di Jln Santa Ursula no 71 ini memiliki 16 biarawan: 4 imam, 2 bruder, dan 10 calon biarawan. Sebuah peristiwa bahagia menandai akhir tahun 1902: penahbisan imam P. Joseph Caspar pada tanggal 7 Desember 1902, di kapel Suster-suster Yesus dan Maria di Sillery. Dengan demikian ia menjadi Misionaris Hati Kudus pertama yang ditahbiskan di Kanada.
Beauport
Pastor Francois Barral harus kembali ke Prancis untuk beristirahat. Ketika ia kembali dari Vichy (pengobatan thermal) pada musim panas tahun 1903, ia pergi dan menetap bersama Pastor Gabriel Coltée di Beauport, di sebuah pondok kayu di Jln Cascades. Rumah besar namanya Des Lilas pada tahun 1903, di Beauport, terletak tidak jauh dari pondok, dibeli seharga 5.500 dolar AS pada tanggal 1 Oktober 1903, dengan tujuan menjadikannya sebagai tempat pembinaan calon biarawan Tarekat MSC di Kanada. Properti ini, yang sebelumnya milik Lord Craig dan tempat tinggal sekretarisnya, H. W. Ryland, memiliki 36 Akta Dewan Umum, Mei 1901, dan arsip MSC, Watertown, N.Y. 37 9.000 dolar AS pada tahun 1902 setara dengan sekitar 345.600 CAD pada tahun 2026 38 Le Manoir des Lilas adalah kediaman warisan terkenal yang terletak di Beauport, yang dibangun pada awal abad ke-19. Saat ini, tempat ini bukan lagi sebuah perkebunan atau hotel, tetapi situs bersejarah yang menjadi tempat Sekolah François Bourrin. https://ecolefrancoisbourrin.ca/lecole/historique/ 39 Jumlah 5.500 CAD pada tahun 1903 setara dengan 198.000 CAD pada tahun 2026. Halaman 18 dari 2
areal seluas 20 hektar dan 75 tumbuhan pohon. Pada saat pembelian, rumah tersebut dimiliki bersama oleh Ny. Helen Cornelia Fahey, janda James Gurry, dan Tn. James Frederick Gurry, agen asuransi, serta Nona Stella Eleonor Gurry. Dengan demikian, dimulailah apa yang selama bertahun-tahun menjadi salah satu karya utama Misionaris Hati Kudus di Kanada, pertama Novisiat dan kemudian Sekolah Apostolik. Namun, karena khawatir akan dapat tantangan dari pastor Beauport, yakni Pastor Deziel, seorang pria gelisah yang tidak suka melihat pastor asing di “padang rumputnya”, Pastor Barral meminta agar properti itu dibeli oleh Uskup Cyrille Alfred Marois, atas nama Keuskupan Agung Quebec. Dan pada tanggal 6 Juni 1904, uskup tersebut menjualnya kepada Misionaris Hati Kudus dengan jumlah yang sama, yaitu $5.500. Rumah besar ini, dengan panjang serambi depan 100 kaki dan lebar bangunan 30 kaki, jadi memiliki satu setengah lantai, membutuhkan perbaikan segera. Butuh waktu setahun untuk membuatnya benar-benar layak dihuni dan memenuhi syarat tujuan yang ditetapkan untuknya. Baru pada bulan Nopember 1904 Pastor Barral pindah ke rumah yang telah direnovasi tersebut, bersama para postulan dan novis pertama dari para biarawan MSC termasuk Paul Bélanger, Albert Caron, Ernest Demers, dan Léon Nolet.
Kesulitan relasi Komunitas Beauport dengan imam diosesan Pastor Déziel tidak butuh waktu lama terjadi. Pada awal tahun 1905 ada empat pastor di Novisiat: P. Sauner, P. Barral, P. Coltée dan P. Dépigny. Hal ini tidak menyenangkan pastor Paroki Beauport yang meminta uskup agar ikut turut campur tangan. Pastor Louis Jourdon MSC, Superior Quebec, dipanggil ke Keuskupan Agung melalui surat yang tertanggal 22 Februari 1905. Wawancara berlangsung keesokan harinya. Dan, pada tanggal 24, Uskup Marois, sebagai Vikaris Jenderal, menulis pengamatannya demikian: “Saya mau mengatakan kepada Anda bahwa empat imam di kediaman kalian, yang dengan begitu sedikit pekerjaan dan miskin seperti yang kalian katakan sendiri, mereka tampaknya sangat sulit untuk menemukan pekerjaan sendiri, lalu sebaliknya mengambil alih di bidang yang sebelumnya ditempati orang lain dan berjanji untuk tidak mencari bantuan keuangan. Tadi malam, orang mengeluh bahwa Pastor Dépigny, imam projo muda, menghabiskan waktunya di keluarga-keluarga yang ia kunjungi tanpa menjalankan pelayanan apa pun yang sebenarnya lazim dilakukan oleh para imam paroki.» “Pertikaian” antara imam Paroki Beauport dan komunitas MSC yang tinggal di Jln Cascades yang baru terbentuk ini berlangsung selama beberapa waktu sampai ada penawaran oleh MSC, bahwa di lantai atas boleh tinggal pastor paroki, sementara di lantai bawah diperuntukan bagi para pastor religius sehingga membuat mereka semakin bersahabat.
Komunitas Jln Santa Ursula
Setelah tiba di Quebec, para Misionaris Hati Kudus dikenal karena aktif berkhotbah retret dan pelayanan pengakuan dosa. Di Kota Quebec bagian atas, para Pastor Prancis awal dengan cepat menciptakan lingkaran teman dan dermawan di antara kaum bangsawan pada masa itu. Hubungan ini akan sangat membantu ketika tiba saatnya untuk mendirikan Kapel Bunda Hati Kudus dan bernegosiasi dengan Pastor Katedral dan Keuskupan Agung agar misa dapat dirayakan di sana pada hari Minggu. Segera setelah komunitas muda itu menetap di Jln Santa Ursula, Majalah Annals Bunda Hati Kudus diterbitkan, dengan Pastor Pierre Courbon sebagai direktur pertamanya. Misi mereka dengan jelas ditunjukkan dalam Edisi Pertama, Januari 1903, yakni untuk menyebarkan Devosi kepada Hati Kudus dan kepada Bunda Hati Kudus, serta untuk menginspirasi kaum muda dengan panggilan imamat dan menjadi misionaris. Annals, tempat peziarahan suci, dan khotbah adalah tiga sarana yang digunakan untuk membuat para Misionaris Hati Kudus dikenal di seluruh Quebec dan bahkan di luar wilayahnya. 40 20 hektar dan 75 pole setara dengan 671.270 meter persegi kaki. 41 Arsip MSC, Quebec Halaman 19 dari 2 keunggulan yang
Namun, seperti di Watertown, tahun-tahun pertama dilewatinya dengan tidak mudah di Quebec, meskipun kelompok tersebut jauh lebih homogen dan masalah bahasa tidak ada… atau hampir tidak ada. Tetapi ada faktor lain yang telah berkontribusi menimbulkan situasi tegang. Siapakah yang lebih baik daripada saksi mata tahun-tahun pertama itu yang dapat memberitahukan kita tentang kehidupan yang terjadi di Jln Santa Ursula no 71?
“Kita tidak boleh menghakimi para Misionaris Hati Kudus pertama yang datang ke Quebec berdasarkan cara hidup kita sebagai orang Kanada; beradaptasi dengan iklim amat dingin, adat istiadat, makanan… Ini bukanlah pekerjaan yang membutuhkan waktu beberapa bulan adaptasi, melainkan itu mentalitas yang membutuhkan waktu bertahun-tahun dan yang menuntut kemurahan hati. Beberapa pastor Prancis sangat dihargai oleh para pastor paroki tempat mereka memberikan khotbah dan retret. Pastor Rigaud terkenal karena khotbahnya yang diberikan di Basilika Quebec. Pastor Egloff dikenal dan dicari di semua keuskupan dari Provinsi: ia terkadang tinggal selama 6 bulan tanpa kembali ke rumah Santa Ursula, memberikan serangkaian retret. Pastor Maillard, sekretaris pribadi Pendiri Tarekat, tiba di Quebec setelah kematian Sang Pendiri pada tahun 1907, pada usia sekitar 58 tahun. Ia sangat akrab dengan Kardinal Bégin dan juga seorang pengkhotbah yang sangat aktif. Itu sudah cukup untuk membuat kita menghargai para pastor Prancis awal kita. Beberapa skolastik yang datang bersama para pastor untuk melanjutkan atau menyelesaikan studi mereka dalam bidang Filsafat atau Teologi di Seminari Quebec terlalu banyak kali dibiarkan sendirian. Pendidikan menengah mereka yang belum selesai di Prancis, yang tidak mungkin dilanjutkan, yakni program Filsafat di Prancis dirasa berbeda bagi mereka para theologan, sehingga proses adaptasi study menjadi sulit. Para pastor, yang semuanya sibuk dalam pelayanan, meninggalkan mereka tanpa arahan, tanpa banyak perhatian pada studi mereka, kebutuhan mereka, dan tanpa dorongan semangat. Sebagian besar kembali ke Prancis, meninggalkan panggilan mereka, dan bahkan mereka yang sampai pada imamat meninggalkan Tarekat untuk menjadi klerus diosesan.
Sekali lagi, kita tidak dapat menghakimi para pastor dengan terlalu keras. Haruslah menjalani hidup terlebih dahulu dan, setelah kehilangan semua harta benda mereka di Prancis, yang disita oleh pemerintah, mereka menjadi sungguh miskin. Secara manusiawi, Komunitas Quebec seharusnya lenyap setelah beberapa tahun. Hutang yang dikontrak untuk pembelian rumah Santa Ursula, biaya pemeliharaannya dan kebutuhan hidup selusin skolastik, serta bunga yang harus dibayar, sungguh ini merupakan ujian yang teramat berat.
Saya tidak dapat berbicara tentang keadaan keuangan tahun-tahun itu. Yang saya tahu adalah bahwa kami sangat miskin. Makanan sedikit, sarapan pagi hanya berupa secangkir kopi, keju, dan roti. Makanan lainnya tidak jauh lebih baik. Tahun pertama saya di Quebec, 1903-1904 (kami berempat pendatang baru), kami tidak memiliki mantel musim dingin, kami mengenakan mantel hangat dari negara asal, tanpa pakaian lapis dalam, sepatu tanpa penutup di salju.»
Jika ada seseorang yang berperan sebagai penyelamat bagi komunitas kecil pada tahun-tahun sulit awal di Quebec, itu adalah Nyonya Routhier, janda Hakim Adolphe Routhier, seorang penulis lirik lagu kebangsaan negara kita (“O Canada”). Dia tinggal Jln Auteuil dan dengan cara tertentu mengadopsi para pelajar sebagai anak-anaknya sendiri. Catatan pribadi Pastor François Bourrin. Arsip MSC, Quebec 43 Marie Clorinde Mondelet https://www.biographi.ca/en/bio/routhier_adolphe_basile_14E.html Halaman 20 dari 2
“Ia akan menjemput kami satu per satu untuk hari libur dan kami akan pergi bersamanya ke toko-toko tertentu. Ia memohon agar kami diberi mantel, pakaian lapis dalam, sepatu bot… Ini sungguh merupakan tindakan kerendahan hati yang sejati.”
Pada tahun 1908, Pastor François-Xavier Maillard tiba di Quebec sebagai penerus Pastor Louis Jourdon yang menjadi kepala komunitas di Jln Santa Ursula. Ia tiba di sini dengan bekal seluruh pengalamannya sebagai Sekretaris pribadi Pater Pendiri dan saksi istimewa dari periode 1880-1907. Seorang pria yang berwibawa dan otoriter, dengan kesalehan yang besar dan devosi yang mendalam kepada Bunda Hati Kudus, salah satu tindakan pertamanya adalah menyelesaikan proyek pembangunan tempat suci atau sanctuari bagi Bunda Hati Kudus di Quebec. Ia menemukan janda Madame Routhier sebagai kolaborator yang luar biasa. “Madame Routhier mengajukan permohonan izin di kantor sipil Kota Quebec, dengan mengatasi semua rintangan, Keuskupan Agung terkejut memberikan persetujuannya, hingga urusan tersebut diselesaikannya hanya dalam waktu satu tahun.” Pada tanggal 31 Mei 1910 tempat peziarahan Bunda Hati Kudus diresmikan oleh Uskup Agung Quebec.
Ke empat calon imam Prancis terakhir yang tiba di Quebec pada September 1903 adalah François Bourrin, Joseph Cailler, Joseph Frappa, dan Émile Chaussende. Mereka ditahbiskan menjadi imam pada 25 April 1909. Antara tahun 1900 hingga 1909, terdapat 40 Misionaris Hati Kudus yang datang ke Quebec: 20 calon imam, 14 imam, 2 bruder, dan 4 novis. Catatan pribadi Pastor François Bourrin. Arsip MSC, Quebec 45 Ibid… Foto kediaman di Jln Santa Ursula no 71 dan kapel Bunda Hati Kudus, antara tahun 1910 dan 1940.
Kanada Barat
Pada tahun 1908 kedua rumah di Quebec dan di Beauport telah memiliki 20 biarawan. Banyak mulai berpikir bahwa sudah saatnya untuk mempertimbangkan agar pindah dari Quebec serta men–diversifikasi pelayanan. Terlebih lagi karena semangat petualang beberapa orang yang tidak tahan dengan cengkeraman yang agak keras dari mereka yang memegang otoritas. Dan Pastor Maillard yang akan segera tiba…
Dalam konteks inilah pada tanggal 17 Oktober 1908, Uskup Adélard Langevin, OMI, Uskup Agung St-Boniface, Manitoba, mengundang para Misionaris Hati Kudus untuk mengambil alih Paroki Quñappelle di Saskatchewan. Bulan berikutnya, Pastor Auguste Cadoux pergi ke Kanada Barat untuk memeriksa langsung tawaran yang diberikan tersebut. Laporannya sangat baik, dan 46 Di Beauport, Pastor Charles Sauner, sup., François Barral, master novis, dan Jean-Marie Hüe, socius, Brothers Paul Bélanger, Ernest Demers, Léon Nolet, Albert Caron dan Joseph Bélanger. Di Quebec, Pastor Louis Jourdon, sup., Joseph Allion, Joseph Dépigny, Pierre Courbon, Mathieu Lagrevol, Léon Egloff, Auguste Cadoux, Saudara Raphaël, skolastik François Bourrin, Joseph Cailler, Joseph Frappa dan Émile Chaussende. Halaman 22 dari 2 Administrasi Generalat di Roma mengizinkan penerimaan sementara paroki ini. Dengan demikian, pada tanggal 17 Desember 1908, Pastor Charles Sauner, Superior Beauport, naik kereta api ke Quéappelle sebagai pastor yang bertanggung jawab atas karya baru tersebut, bersama dengan Bruder Ernest Demers. Pastor Cadoux diangkat menjadi Vikaris Paroki. Tetapi jika “Go West” memiliki arti tanda keberuntungan bagi banyak orang Kanada, maka para Misionaris Hati Kudus tidak termasuk di antara mereka. Pastor Sauner dan Pastor Cadoux, seperti banyak orang lain sebelum dan sesudah mereka, dengan cepat menyadari bahwa mereka tidak ditakdirkan untuk berada di kereta yang sama. Dengan demikian, pada tanggal 15 Mei 1910, Pastor Sauner memberi tahu Uskup Émile Legal dari Santo Albert di Alberta bahwa ia dapat menempatkan dua rekan konfrater di bawah perintahnya, Pastor François-Xavier Erny dan, tentu saja, Pastor Auguste Cadoux. Seorang uskup biasanya peka terhadap tawaran semacam ini. Maka Uskup Legal buru-buru mengusulkan pula kepada para Misionaris Hati Kudus untuk mengambil alih Paroki St. Patrick di Medicine Hat, Alberta. Pastor Cadoux, yang diangkat sebagai pastor paroki, menemukan di situ sebuah tanah yang cukup kondusif bagi semangat kewirausahaannya. Ia benar-benar mengabdikan dirinya bagi umat parokinya, sehingga St. Patrick berkembang dengan luar biasa, sementara Paroki Qu’Appelle tampaknya tidak memiliki masa depan yang amat menjanjikan. Karena itu, sejak Juli 1912, Pastor Pierre L’Espérance, yang baru saja diangkat sebagai Pro-Provinsial, menyarankan agar perlu mempertimbangkan untuk meninggalkan Qu’Appelle dan memusatkan staf di Medicine Hat:
https://commons.wikimedia.org/wiki/File:St._Patrick%27s_Roman_Catholic_Church_Medicine_Hat.JPG 47 https://stpatscatholicchurch.com/about/ “Paroki Qu’Appelle karena tidak menjanjikan kesempatan pengembangan yang memadai, dan karena itu tidak dapat mendukung kebutuhan komunitas (religius), maka akan ditinggalkan saja. Pastor Sauner ditugaskan untuk mempersiapkan kepergian kita, dengan menghubungi uskup diosesan.
Sebaliknya misi di Medicine Hat berkembang pesat, dan ada harapan bahwa dalam waktu yang singkat akan menyediakan lahan pekerjaan dan sumber daya yang dibutuhkan untuk komunitas yang terdiri dari lima anggota.”
Oleh karena itu, Pastor Sauner disarankan untuk meninggalkan Kota Quéappelle menuju Kota Medicine Hat. Ia baru melakukannya pada tanggal 6 Januari 1914, karena sangat tidak tertarik untuk bekerja di bawah perintah Pastor Cadoux, yang telah diangkat sebagai Pro-Superior Medicine Hat pada tanggal 9 Oktober 1913. Ada krisis yang jauh lebih serius yang akan segera terjadi. Semangat Pastor Cadoux yang menggebu telah membuatnya memulai pembangunan yang jauh melebihi kemampuan umat parokinya untuk membayar. Uskup Calgary, Monsignur John Thomas McNally, yang sekarang bertanggung jawab atas Medicine Hat, menolak untuk mengambil tanggung jawab atas pinjaman sebesar $20.000 yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pembangunan gereja paroki. Tampaknya penolakan Uskup McNally ini lebih merupakan dalih untuk membuat para Misionaris Hati Kudus meninggalkan Paroki St. Patrick. Sebab sudah menjadi pengetahuan umum bahwa uskup ini sama sekali tidak bersikap baik terhadap para biarawan. Namun, yang semakin memperumit situasi adalah kepergian tergesa-gesa Pastor Cadoux pada tanggal 13 Agustus 1914. Dipanggil untuk melayani di Prancis, ia pergi tanpa memberi tahu uskup dan tanpa mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Pastor Paroki dan Pro-Superior. Hubungan antara uskup dan para Misionaris Hati Kudus memburuk sedemikian rupa sehingga Pastor L’Espérance tidak melihat solusi lain selain menarik para biarawannya dari Medicine Hat secara permanen. Pastor John A. Sullivan diutus ke St. Patrick untuk mempersiapkan penyerahan paroki kepada uskup. Pada hari Selasa, 5 Desember 1916, P. Sullivan, P. Sauner, dan P. Reibel meninggalkan Medicine Hat secara permanen menuju wilayah Cobalt Utara.
Romo Herman Pongantung adalah Imam MSC yang berkarya di Amerika Serikat.

Bagian III Jubileum 150 Tahun MSC di Amerika Serikat

Mungkin tampaknya mengherankan bahwa misi pertama Tarekat di luar tanah Prancis hampir saja gagal. Akan tetapi jika Anda mengikuti dengan saksama, justru sebaliknya yang akan terjadi sungguh lebih mengejutkan. Sebenarnya segalanya yang terjadi bisa disimpulkan bahwa komunitas Watertown ini hanya akan sanggup bertahan semalam. Penyebab utamanya adalah pilihan atau kemauan para biarawan untuk pendirian misi ini. Tidak diragukan lagi bahwa semuanya adalah orang-orang suci.

Dunia mula-mula menawarkan kesenangan, tetapi kemudian menghadirkan kekecewaan. Allah justru memperlihatkan salib dan pengorbanan terlebih dahulu, namun akhirnya memberikan sukacita sejati. Pada saat kematian, dunia akan meninggalkan kita, tetapi Allah tetap tinggal untuk selama-lamany

Keberangkatan Pastor Jean-Baptiste Chappel, yang didampingi Bruder Henri Dechâtre, dari pelabuhan Le Havre di Prancis menuju ke benua baru Amerika di Toronto wilayah Kanada, pada tanggal 31 Juli 1873, bukanlah suatu yang kebetulan.

Paus Leo XIV secara resmi menunjuk Mgr. Walter Erbi sebagai Nunsius Apostolik (Duta Besar Takhta Suci) untuk Republik Indonesia. Pengangkatan tersebut diumumkan oleh Kantor Pers Takhta Suci pada Rabu (1/7/2026), sekaligus mengakhiri masa kekosongan jabatan setelah Mgr. Piero Pioppo dipindahkan menjadi Nunsius Apostolik untuk Kerajaan Spanyol pada November 2025.

VATIKAN – Sebuah kabar membanggakan datang bagi Gereja Katolik Indonesia. Paus Leo XIV secara resmi menunjuk Uskup Agung Ende, Mgr. Dr. Paulus Budi Kleden, SVD, sebagai Anggota Dikasteri untuk Evangelisasi