SURAT PIMPINAN UMUM PADA PESTA HATI KUDUS YESUS

Rumah Induk Misionaris Hati Kudus
Roma, 12 Juni 2026

HARI RAYA HATI KUDUS YESUS

 

Saudara-saudara yang terkasih,

Pada Hari Raya Hati Kudus Yesus, yang diperingati tahun ini pada tanggal 12 Juni, kita sekali lagi diundang untuk kembali ke asal nama kita. Kita adalah Misionaris Hati Kudus Yesus. Nama ini adalah anugerah, tetapi juga merupakan tanggung jawab. Ini bukan sekadar gelar yang kita sandang; ini adalah cara memandang, cara hidup, dan cara membawa harapan.

Akhir-akhir ini, Gereja diajak lagi untuk menemukan kembali kekayaan Hati Yesus. Paus Fransiskus, dalam Dilexit nos (“Dia mengasihi kita”), menggambarkan harapan sebagai sesuatu yang sangat pribadi, bersifat relasional, dan berakar dalam Hati Yesus. Alih-alih memandang harapan sebagai optimisme atau kesabaran, Bapa Suci mengaitkannya dengan pengalaman dicintai oleh Yesus dan diubah oleh kasih itu. Harapan bukanlah sesuatu yang bersifat transaksional; harapan lahir dari relasi yang bermakna dan abadi. Hati Kudus adalah tanda yang nyata dan penuh kasih dari relasi ilahi tersebut: terluka, penuh belas kasihan, dan selalu terbuka bagi umat manusia.

Perayaan ini berlangsung di tengah masa yang didominasi oleh para pencipta ilusi, yang memicu ketakutan untuk mendapat persetujuan atas perang, pengungsian, dan ketidakpedulian atas penderitaan manusia. Mari kita ingat 1 Yohanes 4:18: “Dalam kasih tidak ada ketakutan; sebaliknya, kasih yang sempurna mengusir ketakutan.” Kasih yang sempurna dari Hati Kuduslah yang membangkitkan dan memelihara harapan dalam diri kita.

Paus Leo XIV membangkitkan harapan di hati mereka yang menderita. Di Lebanon, saat berbicara kepada umat Kristiani di wilayah Levant, ia menyebut dirinya sebagai “peziarah harapan” dan mendesak mereka untuk mengarahkan pandangan kepada Tuhan sekaligus berupaya menjadi “pembangun perdamaian, pembawa kabar perdamaian, serta saksi perdamaian.” Ia secara eksplisit mengaitkan harapan dengan penolakan terhadap balas dendam, penyelesaian perpecahan, dan pembukaan babak baru rekonsiliasi. Dalam Surat Apostoliknya Dilexi te (n. 11), Paus Leo XIV menggambarkan dunia di mana kaum elit yang kaya hidup dalam kemewahan sementara jutaan orang menghadapi kelaparan, pengucilan, dan kondisi yang tidak layak bagi manusia. Harapan tidak dapat dipisahkan dari keadilan. Setiap “harapan” yang mengabaikan kaum miskin adalah palsu.

Sejalan dengan hal ini, pada bulan Juni tahun ini Paus Leo akan melakukan perjalanan apostoliknya ke Spanyol. Kunjungannya ke Madrid, Basilika Sagrada Família di Barcelona, serta pertemuannya dengan para migran di Kepulauan Canary menggambarkan citra Gereja yang seharusnya kita wujudkan: berakar pada iman yang teguh, serta dekat dengan orang-orang yang terpaksa mengungsi dan rentan. Sagrada Família mengingatkan kita bahwa iman dibangun melalui kesabaran, pengorbanan, imajinasi, dan harapan. Pertemuan dengan para migran mengingatkan kita bahwa Hati Yesus tertuju kepada mereka yang terpinggirkan, dieksploitasi, atau tercabut dari akar mereka, dan memberikan harapan kepada mereka.

Tahun depan, Konferensi Umum MSC juga akan diselenggarakan di Spanyol. Tantangan zaman ini menuntut agar kegiatan ini tidak sekadar menjadi sebuah pertemuan. Konferensi ini harus membuat kita kembali terhubung dengan identitas kita, sehingga kita dapat menjadi saksi atas pengharapan kita dalam Hati Yesus.

Harapan adalah sumber sukacita kita, dan di antara tanda-tanda harapan itu adalah profesi dan pentahbisan yang terjadi tahun ini. Salah satunya dirayakan di Basilika Sagrada Família pada akhir Mei. Melalui penahbisan itu, yang diadakan di tempat suci yang dibangun oleh upaya banyak orang, kita diingatkan bahwa setiap panggilan adalah sebuah karya yang sedang dibangun. Penahbisan ini menjadi tanda harapan bagi Eropa dan bagi seluruh Kongregasi: tanda harapan yang menantang cara pandang kita.

Pada tanggal 11 Juni, para uskup Amerika Serikat mempersembahkan negaranya kepada Hati Kudus Yesus sebagai bagian dari peringatan 250 tahun berdirinya gereja di sana. Hal ini merupakan tanda dari kebangkitan kembali perhatian terhadap Hati yang mengasihi semua orang tanpa syarat, dalam segala keragaman, asal-usul, dan tradisi keagamaan mereka. Peristiwa ini mengajak bangsa tersebut, dan kita semua, untuk memasuki masa introspeksi. Semoga kita dapat menyaksikan munculnya dunia baru, dunia yang penuh janji dan harapan.

Pada bulan Februari, di Provinsi Indonesia dan Spanyol, para pemimpin baru telah dipilih, yang membawa perspektif baru dan membuka cakrawala yang mengarahkan kita ke depan. Para konfrater yang menghadiri Kapitel Provinsi Australia pada bulan April berbicara tentang keberanian mereka menghadapi masa depan: keberanian untuk mengambil langkah berikutnya bahkan sebelum seluruh perjalanan terlihat jelas. Kapitel tersebut diwarnai oleh semangat doa dan persaudaraan yang tulus, sehingga menjadi tindakan iman yang hidup di dalam Hati Yesus. Harapan adalah anugerah untuk percaya bahwa, di masa-masa yang menantang, Allah sedang membuka jalan.

Kita bersyukur atas berbagai program pembaruan yang diselenggarakan di seluruh Kongregasi. Pelatihan fasilitasi kelompok di Roma dan Brasil menjanjikan hasil yang baik, memperkuat kemampuan kita untuk berpartisipasi secara bertanggung jawab, serta memudahkan pelaksanaan kepemimpinan. Program-program yang diselenggarakan oleh Tim Cor Vitae dan Cor America mengundang Keluarga Chevalier untuk terlibat kembali dalam gerakan-gerakan Hati Yesus, sekaligus mengingatkan kita untuk percaya bahwa Allah senantiasa bekerja di dalam diri kita di setiap tahapan kehidupan.

Pesta Hati Kudus Yesus bukan sekadar perayaan. Ini adalah ajakan untuk kembali kepada Hati Yesus dengan ketulusan dan pengharapan. Marilah kita berdoa agar hati kita diperbarui: bagi semua yang baru saja mengikrarkan kaul, ditahbiskan, atau sedang mempersiapkan diri untuk pelayanan; bagi mereka yang menjabat dalam kepemimpinan; bagi provinsi dan uni kita; bagi komunitas formasi kita; bagi para konfrater kita yang lanjut usia dan sakit; serta bagi semua yang turut serta dalam misi kita.

Semoga Bunda Hati Kudus mendampingi kita, memampukan kita menerima kasih Putra-Nya, dan menyebarkannya dengan penuh keyakinan dan kepercayaan yang mendalam hingga ke ujung bumi.

Salam persaudaraan dalam Hati Yesus,

Mario Abzalón Alvarado Tovar MSC
Chris Chaplin MSC [penulis]
Simon Lumpini MSC
Gene Pejo MSC
Carl Tranter MSC
Bram Tulusan MSC

Tim Kepemimpinan Umum

WhatsApp
Facebook
Email

HARI RAYA HATI KUDUS YESUS

Search Search SURAT PIMPINAN UMUM PADA PESTA HATI KUDUS YESUS Rumah Induk Misionaris Hati KudusRoma, 12 Juni 2026 HARI RAYA HATI KUDUS YESUS   Saudara-saudara yang terkasih, Pada Hari Raya

Read More »

Pentakosta yang Terjadi dalam Keheningan

Peristiwa Pentakosta sering kita bayangkan sebagai sesuatu yang spektakuler: angin keras, lidah-lidah api, para rasul yang tiba-tiba berani. Tetapi P. Jules Chevalier mengajak kita melihat sesuatu yang lebih dalam—apa yang mendahului Pentakosta.

Read More »