JAKARTA – Rangkaian Rapat Dewan Provinsi Lengkap (DPL) MSC Indonesia 2026 resmi berakhir pada Rabu, 18 Februari 2026. Penutupan ini bertepatan dengan Hari Rabu Abu, menandai dimulainya masa Prapaskah bagi seluruh umat Katolik yang disertai penerimaan abu.
​Ibadat pagi dibuka oleh Fr. Meybivis Rotikan, MSC, disusul dengan Perayaan Ekaristi penutup yang dipimpin langsung oleh Provinsial MSC Indonesia, P. Hironimus Ronny Dahua, MSC.
Dalam homilinya, P. Ronny menekankan tiga poin esensial bagi para imam dan religius: Pertama, Menjadi Perpanjangan Tangan Tuhan: Merujuk Kitab Yoel (Yl. 2:12-18), anggota MSC dipanggil untuk memperhatikan umat dan menjadi tanda nyata belas kasih Allah melalui pertobatan pribadi.

Kedua, Komitmen pada Hasil Rapat: P. Ronny mengingatkan agar kasih karunia Allah tidak disia-siakan (bdk. 2Kor. 5:20 – 6:2). “Sangat disayangkan jika rekomendasi dan keputusan strategis rapat ini tidak direalisasikan. Kita butuh tekad untuk melaksanakannya sebagai satu komunitas,” tegasnya.
Ketiga, Tiga Pilar Keagamaan (bdk. Mat. 6:1-6.16-18): Mengolah hati (puasa), memperdalam relasi dengan Tuhan (doa) dan sesama anggota, dan mengoptimalkan tata kelola harta demi karya pelayanan (derma).
Menutup renungannya, Provinsial mengutip pesan pendiri, Pater Chevalier (1896): “Yakinlah bahwa kita sedang menghadapi masa depan yang cerah, karena kita bersandar pada Hati Kudus Yesus.”
​Sidang hari terakhir diawali dengan pemaparan kondisi keuangan Provinsi oleh Bendahara, P. Andrew Paparang, MSC. Di bawah arahan moderator P. Adrianus Fenanlampir, MSC, forum mendiskusikan strategi finansial untuk satu tahun ke depan.
​Agenda dilanjutkan dengan presentasi tiga poin penting: (1) Panduan Paroki MSC oleh P. Ignatius Sani Saliwardaya, MSC. (2) Program On-Going Formation (OGF) oleh P. Petrus Suroto, MSC. (3) Penyusunan Kalender Kerja 2026.
​Di sela waktu istirahat siang, suasana penuh persaudaraan menyelimuti keberangkatan P. Christopher John Chaplin, MSC dan P. Gene Pejo, MSC. Setelah berfoto bersama seluruh peserta DPL, keduanya berpamitan untuk kembali bertugas ke Generalat MSC di Roma, Italia, didampingi oleh P. Andrew Paparang menuju bandara.

​Sesi terakhir yang dipimpin oleh P. Yohanes Emanuel K. Toby, MSC bersama P. Hendrikus Nyong Wawo, MSC, menghasilkan rumusan pernyataan, rekomendasi, dan keputusan DPL 2026 yang diterima secara aklamasi oleh seluruh peserta.
​Sebagai penutup, P. Ronny Dahua memberikan penegasan mengenai arah gerak tiga tahun ke depan yang mencakup: Penguatan pembinaan formatif dan non-formatif; Pendalaman spiritualitas Hati Kudus Yesus; Pembenahan sistem tata kelola Provinsi, keuangan, serta pemberdayaan Litbang.
“Saatnya kita kembali ke rumah kita sendiri. Selama ini kita sibuk membangun ‘rumah tangga’ orang lain, hingga lupa membangun rumah kita bersama. Kini saatnya kita mengambil pilihan terbaik, terutama dalam kolaborasi dengan para mitra kerja,” ujar P. Ronny sebelum menutup sidang secara resmi pada pukul 15.20 WIB. Rapat ditutup dengan penandatanganan Notulen, dan berkat penutup oleh P. Ronny.* (Tim Sekretariat DPL 2026