
JAKARTA – Kongregasi Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC) Indonesia resmi membuka Rapat Dewan Provinsi Lengkap (DPL) 2026 pada Senin, 16 Februari 2026. Bertempat di Rumah Induk dan Provinsialat MSC Jakarta, rapat yang dijadwalkan berlangsung hingga Rabu (18/2) ini menjadi momentum penting transisi kepemimpinan periode 2026-2029.

Rangkaian rapat diawali dengan Ibadat Pagi yang dipimpin oleh P. Hendrikus Nyong Wawo, MSC, dilanjutkan dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Wakil Provinsial terpilih, P. Petrus Suroto, MSC.
Dalam homilinya yang merefleksikan Injil Markus 8:11-13, P. Suroto menekankan esensi kesiapan seorang misionaris. Ia berbagi pengalaman pribadi tentang penugasan ke tempat-tempat tak terduga sebagai bentuk ketaatan.
“Tuhan tidak menjanjikan jalan yang mudah, tetapi Ia berjanji untuk selalu menyertai. Kita dipanggil untuk melakukan apa yang bisa dilakukan dengan keyakinan bahwa tangan Tuhan tidak pernah jauh dari hidup kita,” ungkap P. Suroto di hadapan para peserta rapat.
Sidang secara resmi dibuka pada pukul 08.00 WIB oleh P. Samuel Maranresy, MSC selaku Ketua Sidang. Agenda utama pada sesi awal adalah perkenalan struktur Dewan Provinsi Harian periode 2026-2029 oleh Pemimpin Provinsi (Provinsial).

P. Hironimus Ronny Dahua menjelaskan bahwa komposisi dewan ini dibentuk dengan mempertimbangkan latar belakang yang strategis untuk berjalan bersama selama tiga tahun ke depan. Prosesi dilanjutkan dengan pengesahan para anggota dewan, sekretaris, dan bendahara oleh Pemimpin Provinsi.
Agenda teknis selanjutnya, P. Samuel Maranresy memaparkan rancangan peraturan masa transisi kepemimpinan MSC Indonesia 2026. Sesi ini diikuti dengan roll call peserta, pembacaan maksud dan tujuan DPL, serta pengesahan jadwal rapat. Rapat selanjutnya dipanduoleh P. Yohanes Emanuel K. Toby, MSC dan P. Adrianus Fenanlampir, MSC sebagai moderator.

Sesi kedua difokuskan pada pemaparan laporan dari para Pemimpin Komunitas Daerah/Rumah/Formasi mengenai Peta Personalia dan Karya. Rapat dipimpin oleh P. Yohanes Emanuel K. Toby, MSC. Pada kesempatan ini peserta rapat mendengarkan laporan dari Komunitas Daerah/Rumah. Forum secara aktif memberikan tanggapan serta tambahan keterangan guna memetakan kekuatan misi ke depan.
Setelah istirahat siang, acara dilanjutkan dengan sesi ketiga pada pukul 16.00 WIB yakni mendengarkan laporan lanjutan pemaparan dari para Pemimpin Komunitas Daerah/Rumah/Formasi mengenai Peta Personalia dan Karya, khususnya dari Komunitas Formasi. Rapat dipimpin oleh P. Adrianus Fenanlampir, MSC. Forum secara aktif memberikan tanggapan serta tambahan keterangan guna memetakan kekuatan misi ke depan.
Hari pertama ditutup pada pukul 18.10 WIB setelah agenda presentasi hasil rumusan rekomendasi Musyawarah kepada Rapat DPL untuk tahap koreksi. Seluruh rangkaian kegiatan diakhiri dengan makan malam bersama sebagai wujud persaudaraan.* (Tim Sekretariat DPL 2026)

Bagian III Jubileum 150 Tahun MSC di Amerika Serikat

Mungkin tampaknya mengherankan bahwa misi pertama Tarekat di luar tanah Prancis hampir saja gagal. Akan tetapi jika Anda mengikuti dengan saksama, justru sebaliknya yang akan terjadi sungguh lebih mengejutkan. Sebenarnya segalanya yang terjadi bisa disimpulkan bahwa komunitas Watertown ini hanya akan sanggup bertahan semalam. Penyebab utamanya adalah pilihan atau kemauan para biarawan untuk pendirian misi ini. Tidak diragukan lagi bahwa semuanya adalah orang-orang suci.

Dunia mula-mula menawarkan kesenangan, tetapi kemudian menghadirkan kekecewaan. Allah justru memperlihatkan salib dan pengorbanan terlebih dahulu, namun akhirnya memberikan sukacita sejati. Pada saat kematian, dunia akan meninggalkan kita, tetapi Allah tetap tinggal untuk selama-lamany