Musda Komda Jakarta–Kalbar–Sumsel 2026 Resmi Dibuka: Berakar dalam Hati Kudus, Bersatu dalam Persaudaraan, Diutus untuk Misi

Jakarta, 20 Juli 2026 — Musyawarah Daerah (Musda) Komda Jakarta–Kalbar–Sumsel Tahun 2026 resmi dibuka pada Senin sore (20/7) di Wisma Chevalier, Cengkareng, Jakarta. Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi para anggota Tarekat Missionarii Sacratissimi Cordis (MSC) yang berkarya di wilayah Jakarta, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan untuk berkumpul dalam semangat persaudaraan, melakukan refleksi bersama, berdiskresi (discernment), serta merumuskan arah pelayanan dan karya perutusan di masa mendatang.

Mengusung tema “Berakar dalam Hati Kudus, Bersatu dalam Persaudaraan, Diutus untuk Misi,” Musda tahun ini dihadiri oleh para imam, diakon, dan bruder MSC. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pater Anselmus Jamlean, MSC, yang mewakili Provinsial MSC Provinsi Indonesia.

Dalam sambutannya, Pater Anselmus menegaskan pentingnya Musda sebagai ruang untuk saling mendengarkan, membangun kebersamaan, dan memperbarui komitmen misioner dalam menjawab tantangan pelayanan yang terus berkembang. Melalui semangat sinodalitas, setiap peserta diajak untuk bersama-sama mencari kehendak Tuhan demi pelayanan yang semakin relevan bagi Gereja dan masyarakat.

Usai pembukaan, seluruh peserta mengikuti rekoleksi yang dipimpin oleh Pater Berty Tijow, MSC. Rekoleksi ini menjadi kesempatan bagi para peserta untuk mempersiapkan hati dan budi sebelum memasuki berbagai agenda musyawarah selama beberapa hari ke depan. Dalam permenungannya, Pater Berty mengajak seluruh peserta memohon rahmat Tuhan agar setiap proses diskusi, pengambilan keputusan, dan dinamika Musda senantiasa dituntun oleh Roh Kudus.

Sebagai bahan refleksi, Pater Berty mengangkat Ensiklik Magnifica Humanitas dari Paus Leo XIV, yang mengajak Gereja untuk semakin menghidupi martabat manusia, semangat persaudaraan, dan panggilan misioner di tengah dunia yang terus berubah. Refleksi tersebut menjadi inspirasi bagi para peserta untuk memperdalam spiritualitas Hati Kudus sebagai sumber pelayanan yang penuh belas kasih dan harapan.

Suasana persaudaraan semakin terasa pada penutupan rangkaian kegiatan hari pertama. Seluruh peserta menikmati makan malam bersama dalam suasana penuh sukacita sekaligus mengungkapkan rasa syukur atas berbagai anugerah yang diterima komunitas. Momen tersebut dirangkaikan dengan perayaan 40 tahun hidup membiara P. Alo Tamnge, MSC, 39 tahun hidup membiara Rm. Tarsisius Siswanto, MSC, serta hari ulang tahun P. Edo Ngutra, MSC. Kesempatan ini juga menjadi ajang menyambut dengan hangat para anggota baru yang bergabung di Komda Jakarta–Kalbar–Sumsel.

Musda Komda Jakarta–Kalbar–Sumsel 2026 diharapkan menjadi kesempatan berharga untuk semakin mempererat persaudaraan, memperdalam spiritualitas Hati Kudus, serta menghasilkan berbagai keputusan yang mampu memperkuat karya perutusan MSC di wilayah Jakarta, Kalimantan Barat, dan Sumatera Selatan demi pelayanan Gereja yang semakin hidup, relevan, dan membawa harapan bagi banyak orang.

Ametur ❤️‍🔥

WhatsApp
Email
Facebook

Tinggalkan Balasan

JUBILEUM 150 TAHUN TAREKAT MSC DI DUNIA BARU AMERIKA (Bagian IV)

Keberangkatan beberapa konfrater menuju wilayah bagian barat Kanada, pada tahun 1908, adalah bukti bahwa dahaga akan perluasan dan diversifikasi karya yang mendekam di hati banyak kaum religius muda, yang sekarang tinggal di Quebec maupun di Beauport, sama sekali tidak padam. Orang terus bermimpi tentang alam bebas yang mega luas. Terutama karena Gereja di Kanada sedang mengalami tahun-tahun perkembangan yang pesat.

Read More »

JUBILEUM 150 TAHUN TAREKAT MSC DI AMERIKA (Part 2)

Mungkin tampaknya mengherankan bahwa misi pertama Tarekat di luar tanah Prancis hampir saja gagal. Akan tetapi jika Anda mengikuti dengan saksama, justru sebaliknya yang akan terjadi sungguh lebih mengejutkan. Sebenarnya segalanya yang terjadi bisa disimpulkan bahwa komunitas Watertown ini hanya akan sanggup bertahan semalam. Penyebab utamanya adalah pilihan atau kemauan para biarawan untuk pendirian misi ini. Tidak diragukan lagi bahwa semuanya adalah orang-orang suci.

Read More »

Tentang Perbedaan antara Melayani Dunia dan Melayani Allah

Dunia mula-mula menawarkan kesenangan, tetapi kemudian menghadirkan kekecewaan. Allah justru memperlihatkan salib dan pengorbanan terlebih dahulu, namun akhirnya memberikan sukacita sejati. Pada saat kematian, dunia akan meninggalkan kita, tetapi Allah tetap tinggal untuk selama-lamany

Read More »