Kabar Duka: Pater Johanis Nangkoda Salaki MSC Tutup Usia, Gereja Kehilangan Imam yang Mengabdikan Hidup bagi Umat

Duka menyelimuti keluarga besar Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC), Keuskupan Manado, dan seluruh umat yang pernah dilayaninya. Pater Johanis Nangkoda Salaki MSC, atau yang akrab disapa P. Anis, telah berpulang ke rumah Bapa pada Rabu, 17 Juni 2026, pukul 05.02 WITA di RS Sentra Medika Manado. Ia wafat dalam usia 55 tahun setelah beberapa waktu menjalani perawatan medis akibat penyakit yang dideritanya.

Kepergian P. Anis meninggalkan duka mendalam bagi banyak orang yang mengenalnya. Selama lebih dari dua dekade sebagai imam dan hampir tiga puluh tahun sebagai anggota Kongregasi MSC, ia dikenal sebagai sosok yang sederhana, pekerja keras, dan memiliki kepedulian besar terhadap kesejahteraan sesama.

Lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 27 April 1971, P. Anis merupakan anak ketiga dari pasangan Anthonius Hendrik Salaki dan Theresia Edoksia Nangkoda. Sejak muda ia menapaki jalan panggilan hidup bakti melalui berbagai tahap pendidikan dan pembinaan hingga akhirnya mengucapkan kaul pertama sebagai anggota MSC pada 10 Agustus 1997. Kesetiaannya pada panggilan itu mencapai puncaknya ketika ia ditahbiskan menjadi imam pada 21 Mei 2005 oleh Mgr. Josephus Suwatan MSC di Gereja Paroki Santo Fransiskus Xaverius Guaan, Manado.

Perjalanan pelayanannya dimulai di Novisiat MSC Karanganyar, Kebumen, sebagai socius dan pendamping para novis. Bahkan sejak masa pembinaan, ia telah dikenal sebagai pribadi yang ulet dan tekun dalam bekerja. Karena kepeduliannya terhadap kehidupan komunitas, ia sering dipercaya untuk memperhatikan kesejahteraan para anggota komunitas dan para formandi.

Semangat pengabdiannya kemudian membawanya ke tanah Papua. Selama kurang lebih delapan tahun, P. Anis melayani umat di wilayah Keuskupan Agung Merauke. Ia pernah menjadi Pastor Kepala Paroki Kristus Raja Mindiptana, Pastor Kepala Paroki St. Yoseph Bambu Pemali, serta Pastor Kepala Paroki Sang Penebus Kampung Baru. Di tempat-tempat pelayanan tersebut, ia tidak hanya hadir sebagai gembala umat, tetapi juga dikenal sebagai penggerak pembangunan fasilitas gereja dan sarana pastoral yang mendukung kehidupan umat setempat.

Setelah menyelesaikan tugas di Papua, P. Anis melanjutkan pelayanannya di Keuskupan Manado. Ia pernah berkarya di Paroki Santa Maria Palu, Paroki Bunda Hati Kudus Sambiut, Paroki Ratu Rosari Tuminting, hingga akhirnya dipercaya menjadi Pastor Kepala Paroki St. Fransiskus Xaverius Pineleng pada periode 2023–2025. Dalam setiap penugasan, ia dikenal dekat dengan umat dan selalu berusaha hadir bagi mereka yang membutuhkan pendampingan.

Setelah menyelesaikan tugasnya di Pineleng, P. Anis diberi kesempatan untuk beristirahat di Biara MSC Pal 3 Manado sambil menjalani pengobatan. Namun kondisi kesehatannya terus menurun dalam beberapa minggu terakhir hingga akhirnya Tuhan memanggilnya pulang.

Kepergian P. Anis menutup perjalanan hidup seorang imam yang telah mempersembahkan dirinya bagi Gereja selama 21 tahun dan menjalani hidup religius MSC selama 29 tahun. Warisan pengabdiannya akan tetap hidup dalam kenangan para konfrater, umat, serta semua orang yang pernah merasakan sentuhan pelayanannya.

Kini, sosok yang selama hidupnya setia melayani umat itu telah menyelesaikan perlombaannya. Di tengah duka yang mendalam, Gereja bersyukur atas teladan iman, kesederhanaan, dan dedikasi yang telah diwariskannya. Selamat jalan, Pater Johanis Nangkoda Salaki MSC. Semoga Tuhan yang telah Engkau layani dengan setia sepanjang hidup menyambutmu dalam damai dan kebahagiaan abadi.

WhatsApp
Email
Facebook

SAPAAN PATER PROVINSIAL

Sejak tanggal 25-28 September 2026, bertempat di Puri Asih, Gadok -Bogor, diadakan Rapat Kerja Para Pemimpin MSC Indonesia, yang terdiri dari Pimpinan Provinsi bersama Dewan Provinsi, Pemimpin Daerah bersama kolaboratores, Pemimpin Komunitas Pembinaan, Ketua-Ketua Komisi  dengan tema “Dari Ruang Persaudaraan, Menuju Ruang Komitmen Bersama.”

Read More »

Menuju Kapitel 2029: Provinsi MSC Indonesia Sosialisasikan Renstra 2026–2029 Berbasis Spiritualitas Hati

Setelah sarapan pagi, sesi pertama pada hari ini dimulai pada pukul 08.00 WIB sampai pukul 12.30 WIB. Waktu jeda pada pukul 09.45 WIB diisi dengan snack dan foto bersama. Dalam upaya mempertegas arah gerak bersama serta memperkuat tata kelola tarekat, Pimpinan Provinsi MSC Indonesia mensosialisasikan Rencana Strategis (Renstra) 2026–2029.

Read More »

Merawat Hati di Tengah Rancangan Karya: Perayaan Ekaristi Hari Kedua Raker MSC 2026

Mengawali hari kedua Rapat Kerja (Raker) Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC) yang berlangsung di Rumah Retret Puri Asih, Gadog – Bogor, para peserta diajak untuk sejenak menimba kekuatan spiritual melalui Ibadat Pagi dan Perayaan Ekaristi Kudus. Suasana perayaan liturgis berlangsung khidmat, ditopang oleh pelayanan para konfrater dari Komunitas Sulawesi, Kalimantan Timur (Sulkaltim) bersama Komunitas Formasi Postulat dan Skolastikat MSC Pineleng.

Read More »

Merajut Provinsi MSC Indonesia yang Semakin Tertib Administrasi, Partisipatif dan Akuntabilitas

Dalam pemaparan Sesi II, Pater Yong bersama Tim menggarisbawahi urgensi kehadiran sebuah pedoman bagi para pejabat tarekat. Selama ini, tanpa adanya manual yang baku, pelaksanaan tugas seringkali bersandar pada kebiasaan atau ingatan personal semata. Akibatnya, batas-batas kewenangan menjadi kabur dan kontinuitas pelayanan kerap terputus tatkala terjadi pergantian kepemimpinan.

Read More »

Dari Ruang Rekreasi Menuju Ruang Sidang: Menyalakan Kembali Semangat Persaudaraan dan Arah Strategis MSC Indonesia 2026–2029

Mengusung tema, “Mulai di Ruang Rekreasi, Berakhir di Ruang Sidang”, pemaparan ini menegaskan bahwa denyut nadi kehidupan religius dan karya pelayanan tarekat tidak lahir dari dokumen-dokumen birokratis semata, melainkan bermula dari kehangatan persaudaraan sejati yang hidup di ruang-ruang rekreasi harian, untuk kemudian dirumuskan dalam kebijakan strategis di ruang sidang.

Read More »