Paus Leo XIV tiba di Bandara Internasional Yaoundé-Nsimalen, yang terletak di dekat ibu kota Kamerun, Yaoundé, pada Rabu, 15 April 2026, pukul 14.57 waktu setempat. Kedatangan ini menandai dimulainya tahap kedua dari Perjalanan Apostolik Paus di Benua Afrika, setelah sebelumnya membuka rangkaian kunjungannya di Aljazair.

Sebelumnya, Paus Leo XIV berangkat dari Aljazair pada pagi hari yang sama. Negara tersebut merupakan destinasi pertama dalam agenda perjalanan apostoliknya, di mana ia tiba pada Senin, 13 April 2026. Setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan di Kamerun hingga Sabtu, 18 April 2026, Paus dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Angola dan Guinea Khatulistiwa, sebelum akhirnya kembali ke Roma pada Kamis, 23 April 2026.

Setibanya di Bandara Internasional Yaoundé-Nsimalen, Paus Leo XIV disambut secara resmi oleh Perdana Menteri Kamerun, Joseph Dion Ngute. Dalam upacara penyambutan tersebut, dua anak turut menyambut Bapa Suci sebagai tanda penghormatan dan kehangatan dari masyarakat setempat. Prosesi dilanjutkan dengan pemutaran lagu kebangsaan, serta perkenalan delegasi resmi dari Takhta Suci dan Pemerintah Kamerun.

Setelah upacara penyambutan, Paus Leo XIV mengadakan pertemuan singkat dengan Perdana Menteri sebagai bagian dari agenda diplomatik awal kunjungannya di negara tersebut.

Pada hari pertama kunjungannya di Kamerun, Paus Leo XIV dijadwalkan mengunjungi Istana Kepresidenan untuk mengadakan pertemuan tertutup dengan Presiden Republik Kamerun, Paul Biya. Dalam kesempatan yang sama, Paus juga akan menyampaikan pidato resmi di hadapan para pejabat negara, perwakilan masyarakat sipil, serta korps diplomatik yang hadir di negara tersebut.

Setelah itu, Paus Leo XIV akan melanjutkan agenda pastoralnya dengan mengunjungi Panti Asuhan Ngul Zamba di Yaoundé. Dalam kunjungan tersebut, ia dijadwalkan untuk bertemu dan menyapa anak-anak penghuni panti, serta para staf dan relawan yang mendampingi mereka. Kunjungan ini menjadi salah satu momen penting yang menegaskan perhatian Gereja terhadap anak-anak yang hidup dalam situasi rentan.

Sebagai agenda penutup pada hari pertama, Paus Leo XIV akan mengadakan pertemuan tertutup dengan para Uskup Kamerun di kantor Konferensi Waligereja setempat. Pertemuan ini diharapkan menjadi kesempatan untuk memperkuat persekutuan Gereja lokal serta membahas berbagai tantangan pastoral yang dihadapi di wilayah tersebut.

Sebagaimana dilansir dari laman resmi Vatican News, Perjalanan Apostolik Paus Leo XIV ke Afrika yang berlangsung pada 13 hingga 23 April 2026 ini mencakup empat negara, yaitu Aljazair, Kamerun, Angola, dan Guinea Khatulistiwa. Rangkaian kunjungan ini menjadi bagian dari misi pastoral Paus untuk memperkuat iman umat, mendorong solidaritas, serta menegaskan kehadiran Gereja di tengah berbagai realitas sosial di kawasan Afrika.

Tinggalkan Balasan

WhatsApp
Facebook
Email

JUBILEUM 150 TAHUN TAREKAT MSC DI AMERIKA (Part 2)

Mungkin tampaknya mengherankan bahwa misi pertama Tarekat di luar tanah Prancis hampir saja gagal. Akan tetapi jika Anda mengikuti dengan saksama, justru sebaliknya yang akan terjadi sungguh lebih mengejutkan. Sebenarnya segalanya yang terjadi bisa disimpulkan bahwa komunitas Watertown ini hanya akan sanggup bertahan semalam. Penyebab utamanya adalah pilihan atau kemauan para biarawan untuk pendirian misi ini. Tidak diragukan lagi bahwa semuanya adalah orang-orang suci.

Read More »

Tentang Perbedaan antara Melayani Dunia dan Melayani Allah

Dunia mula-mula menawarkan kesenangan, tetapi kemudian menghadirkan kekecewaan. Allah justru memperlihatkan salib dan pengorbanan terlebih dahulu, namun akhirnya memberikan sukacita sejati. Pada saat kematian, dunia akan meninggalkan kita, tetapi Allah tetap tinggal untuk selama-lamany

Read More »

Paus Leo XIV Tunjuk Mgr. Walter Erbi sebagai Duta Besar Vatikan untuk Indonesia

Paus Leo XIV secara resmi menunjuk Mgr. Walter Erbi sebagai Nunsius Apostolik (Duta Besar Takhta Suci) untuk Republik Indonesia. Pengangkatan tersebut diumumkan oleh Kantor Pers Takhta Suci pada Rabu (1/7/2026), sekaligus mengakhiri masa kekosongan jabatan setelah Mgr. Piero Pioppo dipindahkan menjadi Nunsius Apostolik untuk Kerajaan Spanyol pada November 2025.

Read More »