CURRICULUM VITAE PATER JOHANES LEFTEUW MSC

CURRICULUM VITAE PATER JOHANES LEFTEUW MSC

Pater Johanes Lefteuw, MSC
(23 Juni 1953 – 21 Desember 2025)

Pater Johanes Lefteuw, MSC, lahir di Langgur, Maluku Tenggara, pada 23 Juni 1953. Ia adalah anak kesembilan dari sembilan bersaudara, terdiri dari empat laki-laki dan lima perempuan. Sehari setelah kelahirannya, pada 24 Juni 1953, ia dibaptis di Gereja Paroki Santa Maria Hati Tak Bernoda Langgur. Gereja inilah yang kelak menjadi saksi tahbisan imamatnya—sebuah lingkaran rahmat yang menandai perjalanan hidupnya sejak awal hingga puncak panggilan. Ia merupakan putra dari pasangan Venantinus Lefteuw dan Damiana Rejaan, yang menanamkan nilai iman, ketekunan, dan kesederhanaan dalam keluarganya

Pendidikan dasar Pater John ditempuh di SD Nasional Katolik Letvuan, Kei Kecil, dari tahun 1957 hingga 1964. Benih panggilan imamat mulai bertumbuh ketika ia melanjutkan pendidikan di Seminari Menengah St. Yudas Thadeus Langgur, pertama pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (1965–1968), kemudian tingkat Sekolah Menengah Atas (1968–1971). Tahun 1972 ia mengikuti kelas persiapan atas di Ohoijang, Kei Kecil, sebelum melangkah ke tahap pembinaan yang lebih mendalam.

Perjalanan formasi imamatnya berlanjut di Seminari Tinggi Hati Kudus Pineleng, Sulawesi Utara, dari tahun 1973 hingga 1980. Di tengah masa studi tersebut, pada 26 Desember 1974, ia resmi memulai masa novisiat Kongregasi Misionaris Hati Kudus (MSC) di Karanganyar, Kebumen, Jawa Tengah. Setahun kemudian, pada 3 Desember 1975, ia mengikrarkan kaul pertama sebagai MSC di tempat yang sama. Komitmen hidup baktinya diteguhkan melalui kaul kekal pada 3 Desember 1979 di Pineleng, Manado.

Tahapan menuju imamat dijalaninya dengan penuh kesungguhan. Pada 19 Desember 1979, ia ditahbiskan sebagai diakon oleh Mgr. Th. Moors, MSC, di Manado. Puncak perjalanan panggilannya terjadi pada 21 September 1980, ketika ia ditahbiskan sebagai imam oleh Mgr. Andreas Sol, MSC, di Langgur, Maluku Tenggara—di gereja tempat ia dahulu dibaptis. Bersama dua rekannya, P. Izak Resubun dari Ngilngof dan P. Herman Lingitubun dari Waur, Pater John menandai sejarah sebagai imam pertama yang berasal dari Desa Gelanit, Kei Kecil.

Tak lama setelah tahbisan, ia diutus ke Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, Keuskupan Agung Merauke (1980–1981). Daerah misi ini menjadi medan awal pengabdiannya sebagai gembala umat. Tahun berikutnya, ia kembali ke Pineleng (1981–1982), melayani sebagai pastor sekaligus dosen Etika di Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng. Perannya sebagai pendidik terus berlanjut ketika ia kembali mengajar Moral di lembaga yang sama pada periode 1987–1989.

Kehausannya akan pendalaman ilmu membawanya melanjutkan studi Teologi Moral di Universitas Lateranensis Accademia Alfonsiana, Roma, dari tahun 1982 hingga 1987, hingga meraih Licenciat dan Doktorat. Sepulang dari Roma, ia kembali mengabdikan diri dalam dunia pendidikan dan pembinaan calon imam. Pada tahun 1992–1994, ia mengajar Moral di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi “Fajar Timur” Abepura, Jayapura.

Pelayanan pastoralnya tidak hanya terbatas di tanah air. Pada 1994–1997, ia menjalani tugas sebagai pastor bantu di Sydney, Australia. Pada tahun yang sama, ia mulai mengemban tanggung jawab besar sebagai Ketua Yayasan Providentia Divina, sebuah karya yang dipimpinnya hingga tahun 2011. Melalui yayasan ini, Pater John mengembangkan pelayanan pembinaan iman umat serta menyediakan sarana retret dan rekoleksi bagi umat Kristiani—sebuah wujud nyata kepeduliannya terhadap pertumbuhan rohani Gereja.

Sekembali ke Indonesia, ia pernah melayani sebagai pastor rekan di Paroki Stella Maris Pluit, Keuskupan Agung Jakarta (2003–2006). Tahun-tahun berikutnya, ia terlibat dalam Tim Wisma Gonzalo Veloso di Karang Panjang, Ambon (2010–2016), dan dipercaya sebagai Direktur Wisma Gonzalo Veloso pada periode 2014–2016. Sejak tahun 2017 hingga akhir hayatnya, ia menjadi bagian dari Tim Karya Joannes Aerts Center di Langgur, terus setia melayani umat di tanah kelahirannya.

Sepanjang hidupnya, Pater John dikenal sebagai imam yang dekat dengan umat, pengajar yang penuh dedikasi, serta pewarta Firman yang memiliki kharisma tersendiri. Ia tidak hanya membentuk calon imam di ruang kelas, tetapi juga mendampingi umat dalam perjalanan iman mereka. Kehadirannya membawa keteduhan, sementara homili-homilinya kerap menyentuh hati banyak orang.

Pada 12 Oktober 2025, komunitas Rumah Induk/Provinsialat MSC bersama umat masih sempat merayakan 45 tahun imamatnya di Kapel Hati Kudus. Tak lama berselang, pada 4 Desember 2025, ia juga memperingati 50 tahun hidup membiara dalam Kongregasi MSC—meskipun saat itu ia sudah terbaring sakit.

Sejak tahun 2019, kondisi kesehatannya menurun akibat stroke yang memaksanya menjalani hari-hari dengan keterbatasan fisik, berpindah antara tempat tidur dan kursi roda. Namun, dalam penderitaan panjang itu, ia tidak menyerah. Dengan ketabahan seorang gembala sejati, ia terus berjuang untuk pulih dan menerima salib hidupnya dengan penuh iman.

Akhirnya, pada Minggu Adven keempat—saat Gereja sedang mempersiapkan diri menyambut kelahiran Sang Juruselamat—Tuhan memanggil Pater John kembali ke hadirat-Nya. Ia wafat pada hari Minggu, 21 Desember 2025, pukul 02.15 WIB, di Rumah Sakit Carolus, Jakarta. Ia berpulang dalam usia 72 tahun 5 bulan 28 hari, setelah mengabdikan 45 tahun hidupnya sebagai imam dan 50 tahun sebagai religius MSC.

Pater John menutup ziarah hidupnya dengan kepasrahan seperti Yesus sendiri: “Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu kuserahkan nyawaku” (Luk. 23:46). Ia telah menyelesaikan panggilannya dengan setia—sebagai imam, religius, pendidik, dan gembala umat.

Selamat jalan menuju rumah Bapa, Pater Johanes Lefteuw, MSC. Terima kasih atas hidup yang sepenuhnya dipersembahkan bagi Tuhan dan Gereja. Kami akan selalu mengenang ketulusan pelayananmu, dan mendoakan agar engkau beristirahat dalam damai di Kerajaan Surga

Pendidikan/Pembinaan:

  • 1957 – 1964 : SD Nasional Katolik, Letvuan – Kei Kecil, Maluku Tenggara
  • 1965 – 1968 : Seminari Menengah St Yudas Thadeus tingkat Sekolah
    Menengah Pertama (SMP Budi Mulia), Langgur – Kei Kecil, Maluku
    Tenggara
  • 1968 – 1971 : Seminari Menengah St Yudas Thadeus tingkat Sekolah
    Menengah Atas (SMA Sanata Karya), Langgur
  • 1972 : Kelas Persiapan Atas di Ohoijang, Kei Kecil
  • 1973 – 1980 : Seminari Tinggi Hati Kudus, Pineleng, Sulawesi Utara
  • 1982 – 1987 : Studi lanjut Teologi Moral (Licenciat dan Doktorat) di
    Universitas Lateranensis Accademia Alfonsiana
  • 26 Desember 1974 : Memulaikan masa Novisiat MSC di Karanganyar –
    Kebumen, Jawa Tengah
  • 3 Desember 1975 : Berkaul pertama sebagai MSC di Karanganyar – Kebumen,
    Jawa Tengah
  • 3 Desember 1979 : Berkaul kekal sebagai MSC di Pineleng, Manado – Sulut
  • 19 Desember 1979 : Tahbisan diakon oleh Mgr. Th. Moors MSC di Manado – Sulut
  • 21 September 1980 : Tahbisan imam oleh Mgr. Andreas Sol MSC di Langgur –
    Maluku Tenggara
    Fungsi/Tugas Yang Diemban:
    1980 – 1981 : Pastor di Mindiptana, Kabupaten Boven Digoel, Keuskupan
    Agung Merauke
    1981 – 1982 : Pastor di Pineleng, Keuskupan Manado
    1981 – 1982 : Dosen Etika di Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng
    1987 – 1989 : Dosen Moral di Sekolah Tinggi Filsafat Seminari Pineleng
    1992 – 1994 : Dosen Moral di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi “Fajar Timur”
    Abepura, Jayapura
    1994 – 1997 : Pastor bantu di Sydney Australia
    1994 – 2011 : Ketua Yayasan Provindentia Divina
    2003 – 2006 : Pastor rekan di paroki Stella Maris Pluit, Keuskupan Agung Jakarta
    2010 – 2016 : Tim Wisma Gonzalo Veloso, Karang Panjang, Ambon
    2014 – 2016 : Direktur Wisma Gonzalo Veloso, Karang Panjang, Ambon
    2017 – 21 Desember 2025 : Tim Karya Joannes Aerts Center di Langgur
Spread the love