Sidang Kesebelas (Evaluasi Keuangan dan Harta Benda) serta Laporan Keuangan Provinsi

Sidang Kesebelas (Evaluasi Keuangan dan Harta Benda) serta Laporan Keuangan Provinsi

Sidang Kesebelas (Evaluasi Keuangan dan Harta Benda) serta Laporan Keuangan Provinsi

Memasuki hari ketiga pelaksanaan sidang pada Rabu,11 Februari 2026, para peserta Musyawarah Provinsi MSC mengawali agenda dengan refleksi spiritual yang mendalam sebelum beralih ke pembahasan penting mengenai Keuangan dan Harta Benda Provinsi.

Renungan Pagi: Perbendaharaan Hati yang Baik.

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 06.00 WIB dengan Ibadat Pagi yang dipimpin oleh Fr. Mario Mengko MSC, dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh P. Hironimus Ronny Dahua MSC, Pemimpin Daerah Jakarta-Kalbar-Sumsel.

Dalam homilinya, P. Ronny menekankan dua poin refleksi utama berdasarkan kisah pertemuan Ratu Sheba dan Salomo (1Raj. 10:1-10): Pertama, Pentingnya Perjumpaan Pribadi: Beliau mengingatkan agar peserta menghindari penilaian subjektif yang hanya berdasarkan kata orang. Perjumpaan langsung adalah kunci objektivitas. Kedua, Keterbukaan dan Ketulusan:

Meneladani keterbukaan Salomo, para anggota diajak untuk meninggalkan “persahabatan semu” dan membangun relasi yang jujur tanpa kepalsuan demi meminimalisir konflik internal.

P. Ronny menggarisbawahi bahwa keberhasilan visi dan misi kongregasi tidak hanya bergantung pada dokumen yang bagus, melainkan pada “perbendaharaan hati yang baik.” Dengan nada humor namun tajam, beliau membandingkan dua tipe hati: Pertama, Hati Yesus: Tampak berduri di luar (tegas/keras), namun lembut dan tulus di dalam. Kedua, Hati Kedondong: Tampak mulus di luar, namun penuh duri (dendam dan iri hati) di dalamnya.

Evaluasi Laporan Keuangan 

Usai jeda sarapan, sidang kesebelas dibuka tepat Pukul 08.00 WIB dipandu oleh P. Stefanus Berty Tijow MSC sebagai moderator. Agenda utama sesi ini adalah pemaparan laporan keuangan dan harta benda dari berbagai Komunitas Daerah/Rumah/Formasi.

Catatan Positif dan Kreativitas Komunitas: Pertama, Meningkatnya transparansi dan akuntabilitas pelaporan, baik secara pribadi maupun komunitas. Kedua, Tumbuhnya kesadaran anggota dalam memberikan kontribusi finansial. Ketiga, Inovasi pengelolaan aset melalui sektor produktif seperti peternakan dan perkebunan (Antara lain Daerah Sulawesi Kalimantan Timur & Utara, dan Maluku).

Tantangan Lapangannya adalah Meski menunjukkan Progress, forum mencatat masih adanya tantangan berupa lahan-lahan milik tarekat yang belum terkelola secara produktif.

Kondisi Finansial Provinsi

Sesi pagi ditutup dengan pemaparan komprehensif dari Bendahara Provinsi, P. Oktavianus Andrew Paparang MSC. Dalam laporannya, P. Andrew memaparkan potret nyata situasi finansial Provinsi saat ini.

P. Andrew menggarisbawahi lagi pentingnya kontribusi keuangan Daerah/Rumah/Formasi, seperti Dharma Bhakti menjadi hambatan serius bagi stabilitas keuangan Provinsi.

Setelah pemaparan, moderator memberikan kesempatan kepada peserta rapat untuk memberikan tanggapan dan evaluasi kritis sebelum sidang ditangguhkan untuk istirahat siang.* (Tim Sekretariat Musprov 2026)

Spread the love