Pada tanggal 21 Oktober 1907, Pendiri kita tercinta, Pater Jules Chevalier, menghembuskan napas terakhirnya di Issoudun setelah mengabdikan seluruh eksistensi hidupnya untuk mewartakan kasih belas kasih Hati Kudus Yesus.
Pada tanggal 21 Oktober 1907, Pendiri kita tercinta, Pater Jules Chevalier, menghembuskan napas terakhirnya di Issoudun setelah mengabdikan seluruh eksistensi hidupnya untuk mewartakan kasih belas kasih Hati Kudus Yesus.
Mengapa seorang pendiri kongregasi dan rasul Hati Kudus yang legendaris menginginkan akhir hidup yang seakan-akan menghapus seluruh jejak kebesarannya sendiri?
Mengawali hari kedua Rapat Kerja (Raker) Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC) yang berlangsung di Rumah Retret Puri Asih, Gadog – Bogor, para peserta diajak untuk sejenak menimba kekuatan spiritual melalui Ibadat Pagi dan Perayaan Ekaristi Kudus. Suasana perayaan liturgis berlangsung khidmat, ditopang oleh pelayanan para konfrater dari Komunitas Sulawesi, Kalimantan Timur (Sulkaltim) bersama Komunitas Formasi Postulat dan Skolastikat MSC Pineleng.
Sering kali kita mengucapkan doa tanpa sungguh menyadari apa yang kita katakan. Doa menjadi kebiasaan, bukan lagi perjumpaan. Dalam teks ini, P. Jules Chevalier mengajak kita masuk lebih dalam ke dalam Ave Maria atau Doa Salam Maria—bukan sekadar sebagai rangkaian kata, tetapi sebagai doa yang memiliki asal ilahi dan kekuatan pembentukan jiwa.