Bagian III Jubileum 150 Tahun MSC di Amerika Serikat
Bagian III Jubileum 150 Tahun MSC di Amerika Serikat
Dunia mula-mula menawarkan kesenangan, tetapi kemudian menghadirkan kekecewaan. Allah justru memperlihatkan salib dan pengorbanan terlebih dahulu, namun akhirnya memberikan sukacita sejati. Pada saat kematian, dunia akan meninggalkan kita, tetapi Allah tetap tinggal untuk selama-lamany
Keberangkatan Pastor Jean-Baptiste Chappel, yang didampingi Bruder Henri Dechâtre, dari pelabuhan Le Havre di Prancis menuju ke benua baru Amerika di Toronto wilayah Kanada, pada tanggal 31 Juli 1873, bukanlah suatu yang kebetulan.
Peristiwa Pentakosta sering kita bayangkan sebagai sesuatu yang spektakuler: angin keras, lidah-lidah api, para rasul yang tiba-tiba berani. Tetapi P. Jules Chevalier mengajak kita melihat sesuatu yang lebih dalam—apa yang mendahului Pentakosta.
Sering kali kita mengucapkan doa tanpa sungguh menyadari apa yang kita katakan. Doa menjadi kebiasaan, bukan lagi perjumpaan. Dalam teks ini, P. Jules Chevalier mengajak kita masuk lebih dalam ke dalam Ave Maria atau Doa Salam Maria—bukan sekadar sebagai rangkaian kata, tetapi sebagai doa yang memiliki asal ilahi dan kekuatan pembentukan jiwa.
Ada saat-saat dalam hidup ketika kita tidak lagi memiliki banyak kata. Doa menjadi pendek, pikiran menjadi kabur, hati terasa berat. Dalam momen seperti itu, iman tidak menuntut kita berbicara panjang—ia hanya mengajak kita untuk menyebut satu nama dengan penuh kepercayaan: Maria. Nama ini sederhana, tetapi tidak pernah kosong. Ia seperti gema dari surga yang masuk ke dalam kedalaman hati manusia.
Paskah adalah pusat dan puncak seluruh tahun liturgi. Gereja mengenangkan seluruh sejarah keselamatan yang berpuncak pada sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus. Itulah misteri Paskah yang merupakan inti permenungan selama Trihari Suci: Kamis Putih, Jumat Agung dan Malam Paskah. Dalam tulisan ini kita akan membahas makna Trihari Suci berinspirasi dari perayaan liturgis pada hari-hari tersebut.