Mengapa seorang pendiri kongregasi dan rasul Hati Kudus yang legendaris menginginkan akhir hidup yang seakan-akan menghapus seluruh jejak kebesarannya sendiri?
Mengapa seorang pendiri kongregasi dan rasul Hati Kudus yang legendaris menginginkan akhir hidup yang seakan-akan menghapus seluruh jejak kebesarannya sendiri?
Ada saat-saat dalam hidup ketika kita tidak lagi memiliki banyak kata. Doa menjadi pendek, pikiran menjadi kabur, hati terasa berat. Dalam momen seperti itu, iman tidak menuntut kita berbicara panjang—ia hanya mengajak kita untuk menyebut satu nama dengan penuh kepercayaan: Maria. Nama ini sederhana, tetapi tidak pernah kosong. Ia seperti gema dari surga yang masuk ke dalam kedalaman hati manusia.