Pada hari keempat Perjalanan Apostoliknya di Afrika, Pope Leo XIV memilih datang ke salah satu wilayah paling terluka di Kamerun: Bamenda, pusat dari konflik berdarah yang dikenal sebagai “Krisis Anglophone”. Di tempat di mana suara tembakan telah lama menggantikan harapan, Paus menyampaikan pesan yang tajam, mendesak, dan menggugah: perubahan tidak bisa ditunda lagi—harus dimulai hari ini.
