Merawat Hati di Tengah Rancangan Karya: Perayaan Ekaristi Hari Kedua Raker MSC 2026
GADOG – BOGOR, 26 September 2026 — Mengawali hari kedua Rapat Kerja (Raker) Misionaris Hati Kudus Yesus (MSC) yang berlangsung di Rumah Retret Puri Asih, Gadog – Bogor, para peserta diajak untuk sejenak menimba kekuatan spiritual melalui Ibadat Pagi dan Perayaan Ekaristi Kudus. Suasana perayaan liturgis berlangsung khidmat, ditopang oleh pelayanan para konfrater dari Komunitas Sulawesi, Kalimantan Timur (Sulkaltim) bersama Komunitas Formasi Postulat dan Skolastikat MSC Pineleng.
Perayaan Ekaristi dipimpin oleh P. Aldrin Amstrong Rey, MSC, selaku Pemimpin Skolastikat MSC Pineleng. Melalui permenungan yang mendalam atas bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini (Pkh. 11:9–12:8 dan Luk. 9:43b–45), P. Aldrin menghantarkan para konfrater untuk meneliti kembali hakekat perjumpaan Raker ini dalam hubungannya dengan identitas sebagai Misionaris Hati Kudus.
Berakar pada Tuhan di Tengah Rancangan Masa Depan
Dalam khotbahnya, P. Aldrin mengingatkan bahwa dinamika penyusunan Rencana Strategis (Renstra) demi kemajuan hidup dan karya Provinsi adalah hal yang sangat vital. Namun, beliau menegaskan agar seluruh proses perencanaan tersebut tidak kehilangan akar spiritualnya.
“Hari-hari ini kita berkumpul untuk membicarakan tentang arah masa depan Provinsi. Kita membuat rencana strategis demi kemajuan hidup dan karya kita. Namun Sabda Tuhan, melalui Kitab Pengkhotbah mengajak kita untuk bertanya, untuk apa semuanya itu? Karena segala pencapaian kita pada akhirnya akan tetap berlalu. Oleh karena itu, yang paling penting juga adalah bagaimana hati kita tetap berakar kepada Tuhan. Jangan hanya merancang masa depan, tetapi mari kita juga merawat hati agar semakin dekat dengan Tuhan,” tegas P. Aldrin.
Beliau menggarisbawahi paradoks kepemimpinan Kristiani yang tersirat dalam Injil Lukas. Di dalam Gereja dan Kongregasi, semakin besar tanggung jawab yang dipercayakan, maka semakin besar pula tuntutan untuk memberi diri secara total.

Menjaga Keseimbangan: Karya, Doa, dan Persaudaraan
Lebih lanjut, permenungan ini mengajak para peserta Raker untuk melakukan refleksi kritis atas cara hidup di masa lampau, kini dan mendatang sebagai Misionaris Hati Kudus:
• Merawat Hati, Bukan Sekadar Struktur: Pertanyaan utama Raker bukan sebatas karya atau struktur apa yang hendak diubah, melainkan bagaimana memastikan hati setiap misionaris tetap terawat dan setia.
• Persaudaraan di Atas Kesibukan: Jangan sampai semangat mengejar target karya pastoral justru menggerus kehangatan persaudaraan antar-konfrater.
• Doa sebagai Jiwa Strategi Pastoral: Strategi pastoral yang mumpuni akan kehilangan daya rohaninya jika tidak ditopang oleh keheningan doa yang intim dengan Allah.
P. Aldrin menyimpulkan bahwa Rencana Strategis (Renstra) terbaik yang dimiliki Kongregasi adalah Renstra yang lahir dari hati yang mau mendengarkan kehendak Tuhan, yang makin mendorong para anggotanya untuk semakin memberi diri dan mencintai.
Kegembiraan dalam Persaudaraan
Usai santapan rohani dalam Perayaan Ekaristi, seluruh peserta melanjutkan kegiatan dengan sarapan pagi bersama. Gelak tawa, dan perbincangan hangat yang melingkupi meja makan di Rumah Retret Puri Asih menjadi bukti nyata bahwa semangat persaudaraan dan keheningan hati yang diwartakan dalam Ekaristi langsung berbuah dalam persekutuan yang nyata. Hari kedua Raker MSC pun siap dilanjutkan dalam tatanan rahmat dan sukacita sebagai Misionaris Hati Kudus Yesus.* (Tim Sekretariat RAKER MSC 2026)
Merawat Hati di Tengah Rancangan Karya: Perayaan Ekaristi Hari Kedua Raker MSC 2026
Merajut Provinsi MSC Indonesia yang Semakin Tertib Administrasi, Partisipatif dan Akuntabilitas
Dari Ruang Rekreasi Menuju Ruang Sidang: Menyalakan Kembali Semangat Persaudaraan dan Arah Strategis MSC Indonesia 2026–2029
Rapat Kerja Provinsi MSC Indonesia Dimulai dengan Semangat Pembaruan dan Kolaborasi
Kursus Medior MSC 2026: Meneguhkan Spiritualitas, Misi, dan Kematangan Diri
