Menjadikan Rencana Strategi Berbuah Nyata Melalui Rencana Operasional

Menjadikan Rencana Strategi Berbuah Nyata Melalui Rencana Operasional

Menjadikan Rencana Strategi Berbuah Nyata Melalui Rencana Operasional

Gadog – Bogor, 26 September 2026. Pada pukul 16.00 WIB, sesi kedua hari ini dimulai dengan agenda mendengarkan pemaparan P. Ansel Jamlean, MSC tentang dokumen Pedoman Penyusunan dan Evaluasi Rencana Operasional (RENOP) demi terwujudnya gerak bersama yang terarah dalam Misi Provinsi MSC Indonesia. Sesi ini menegaskan pentingnya menerjemahkan Rencana Strategis (RENSTRA) ke dalam langkah-langkah pelayanan yang konkret, terukur, dan akuntabel di setiap Komunitas Daerah/Rumah/Formasi, dan Komisi-komisi.

Hakikat dan Paradigma RENOP

Dalam pemaparannya, P. Ansel menekaskan bahwa RENOP hadir untuk membangun kesamaan cara berpikir dan cara bekerja di seluruh Provinsi. RENOP berfungsi sebagai jembatan antara sasaran strategis Provinsi dan karya di lapangan.

Melalui RENOP, setiap unit diajak mengubah orientasi dari sekadar bertanya “Apa yang bisa kita lakukan?” menjadi “Apa kontribusi nyata kita terhadap sasaran strategis Provinsi?”. Kegiatan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk menghasilkan output dan outcome (dampak perubahan) yang diharapkan.

Enam Prinsip Utama RENOP

Penyusunan RENOP yang efektif tidak diukur dari banyaknya jumlah kegiatan, melainkan kejelasan alur strategisnya. Terdapat enam prinsip dasar yang harus dihidupi:
1. Berorientasi pada Strategi: Setiap kegiatan memiliki dasar rasional yang terhubung langsung ke RENSTRA. (Contoh: Pilar V Tata Kelola diterjemahkan menjadi Program adalah Penguatan Administrasi, melalui kegiatan penyusunan SOP, dengan outcome terwujudnya tertib administrasi).
2. Keterhubungan Vertikal & Non-Duplikasi Horizontal: Selaras dengan arah pimpinan Provinsi tanpa adanya tumpang tindih program antar unit.
3. Berorientasi pada Outcome: Berfokus pada nilai dan dampak perubahan, bukan sekadar penyerapan program.
4. Berorientasi pada Integrasi: Membuka ruang kolaborasi dan sinergi antar unit pelayanan.
5. Berorientasi pada Akuntabilitas: Memiliki kejelasan indikator, target, jadwal, dan penanggung jawab (Person in Charge / PIC).
6. Berorientasi pada Pembelajaran Berkelanjutan: Menerapkan siklus dinamis tempat hasil monitoring dan evaluasi dijadikan dasar perbaikan secara terus-menerus.

Sistematika Pedoman Penyusunan

Buku pedoman yang telah disiapkan merangkum seluruh alur kerja operasional dalam lima bab utama:
• Bab I: Paradigma Penyusunan dan Evaluasi RENOP.
• Bab II: Prinsip-Prinsip Penyusunan dan Evaluasi RENOP.
• Bab III: Panduan Memahami dan Tahapan Menyusun RENOP.
• Bab IV: Sistem Monitoring, Evaluasi, dan Pembelajaran Berkelanjutan.
• Bab V: Prosedur Pengesahan, Kalender Kerja 2026, dan Siklus Tahunan RENOP.

Sesi Penutup dan Agenda Pelayanan
Pater Provinsial menutup seluruh rangkaian sesi pada hari ini dengan menggarisbawahi bahwa kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang mampu melihat dan mengembangkan potensi dalam diri setiap anggota Tarekat. Beliau juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang besar atas pendampingan dari P. Johanis Ohoitimur, MSC, yang bersedia meluangkan waktu di tengah kesibukannya sebagai dosen.

Sekretaris Provinsi, P. Yosep Harbelubun, MSC menginformasikan bahwa sebagai tindak lanjut, seluruh materi pedoman RENOP dan file matriks penyusunannya akan dibagikan melalui Whatsapp grup koordinasi. Beliau juga menyampaikan informasi tambahan bahwa rangkaian kegiatan hari berikutnya (Minggu, 27 September 2027) diawali dengan Perayaan Ekaristi bersama pada hari Minggu pukul 07.00 WIB. Rapat berakhir pada pukul 19.00 WIB dan ditutup dengan Doa santap bersama oleh P. Aldrin Amstrong Rey, MSC.* (Tim Sekretariat RAKER MSC 2026)

WhatsApp
Facebook
OK

Tinggalkan Balasan