Sidang 7 - 10: Evaluasi Tata Kelola Pemerintahan, Teknologi, Dokumentasi dan Administrasi serta Partisipasi dan Kemitraan.
JAKARTA – Rangkaian sidang pembahasan Laporan Tata Kelola Pemerintahan, dan Teknologi, Dokumentasi dan Administrasi, serta Partisipasi dan Kemitraan berlangsung intensif pada hari kedua pelaksanaan musyawarah (Selasa, 11 Februari 2026). Sidang yang terbagi dalam beberapa sesi ini menyoroti evaluasi kepemimpinan, pembenahan administrasi berbasis teknologi, hingga penguatan jejaring kemitraan.

Sesi Pagi: Menakar Efektivitas Tata Kelola Komunitas
Sidang ketujuh dibuka tepat pukul 11.55 WIB di bawah kepemimpinan moderator P. Sulvisius Joni Astanto, MSC. Agenda utama sesi ini adalah mendengarkan laporan tata kelola pemerintahan dari berbagai komunitas daerah, rumah, dan formasi.

Dalam laporannya, perwakilan komunitas daerah menegaskan bahwa pelayanan dijalankan dengan memegang teguh prinsip subsidiaritas, tanggung jawab, dan akuntabilitas. Semangat utamanya tetap berfokus pada perkembangan pribadi dan kualitas pelayanan.

Beberapa pokok penting yang dicatat antara lain: Pertama, Mekanisme Kontrol: Pelaksanaan program kerja hasil Musyawarah Daerah (Musda) dimonitor secara ketat melalui kunjungan pimpinan dan rapat berkala, termasuk pemanfaatan pertemuan daring. Kedua, Regenerasi: Penekanan pada pentingnya masa transisi kepemimpinan untuk menjamin kesinambungan misi. Ketiga, Manajemen SDM: Penempatan tenaga karya kini lebih mengedepankan minat dan kompetensi masing-masing konfrater.

Sementara itu, Komunitas Formasi melaporkan jalannya proses formasi. Ada hal-hal baik dalam formasi, tetapi juga ada kesulitan dan tantangan. Sidang ini ditutup dengan doa makan siang oleh P. Yohanes L.K. W. Wisnu Agung, MSC.
Sesi Sore: Transformasi Digital dan Tertib Administrasi
Seusai jeda siang, sidang kembali dilanjutkan pada pukul 16.00 WIB. Memasuki sidang kedelapan dan kesembilan, fokus dialihkan pada isu Teknologi, Administrasi, dan Dokumentasi.
Sidang menggarisbawahi pentingnya pembenahan arsip dan sekretariat. Terdapat lima poin strategis yang menjadi perhatian: Pertama, Percepatan pengarsipan dokumen dan pembenahan sistem administrasi. Kedua, Peningkatan kompetensi teknologi bagi para sekretaris di tingkat provinsi hingga rumah pembinaan. Ketiga, Pengadaan ruang administrasi dan arsip khusus di tingkat daerah. Keempat, Penyediaan ruang sekretariat komunitas yang lebih representatif. Dan Kelima, Kolaborasi dengan Seksi Komunikasi Sosial (Komsos) Provinsi untuk optimalisasi teknologi digital sebagai sarana pewartaan.

Sesi Penutup: Perluasan Partisipasi dan Kemitraan
Pada sidang kesepuluh, laporan beralih ke bidang Partisipasi dan Kemitraan. Forum mencatat perkembangan signifikan dalam kerja sama lintas sektoral, baik dengan pihak Keuskupan, imam Diosesan, maupun lembaga Gereja dan masyarakat luas. Salah satu capaian yang menonjol adalah pertumbuhan Gerakan Awam MSC yang semakin pesat.

Rangkaian sidang hari ini diakhiri dengan sesi tanggapan dari para peserta dan penjelasan tambahan dari pimpinan komunitas. Seluruh rangkaian acara resmi ditutup pada pukul 18.45 WIB dengan doa makan malam yang dipimpin oleh P. Jacobus Suffu Taufan, MSC.* (Tim Sekretariat Musprov 2026)

Menjadi Misionaris Hati Kudus Yesus yang Setia dan Bijaksana
Pada tanggal 21 Oktober 1907, Pendiri kita tercinta, Pater Jules Chevalier, menghembuskan napas terakhirnya di Issoudun setelah mengabdikan seluruh eksistensi hidupnya untuk mewartakan kasih belas kasih Hati Kudus Yesus.

Tidak Ada Bunga. Tidak Ada Pidato: Salib, Keheningan, dan Cinta yang Menghidupkan
Mengapa seorang pendiri kongregasi dan rasul Hati Kudus yang legendaris menginginkan akhir hidup yang seakan-akan menghapus seluruh jejak kebesarannya sendiri?

Download Materi Webinar 30 September 2026
Bagi Anda yang teratrik utnuk download materi webinar dan menonton video webinar yang diadakan pada tanggal 30 september 2026, dengan tema: Viral tapi Sesat, antara Iman Katolik dan Okultisme. SIlahkan klik link ini.

Tinggalkan Balasan