Kursus Medior MSC 2026: Meneguhkan Spiritualitas, Misi, dan Kematangan Diri
JAKARTA — Sebagai bagian dari program Ongoing Formation, Kongregasi Misionaris Hati Kudus (MSC) menyelenggarakan Kursus Medior di Wisma Cengkih, Jakarta, pada 15–22 September 2026. Kegiatan yang berlangsung selama delapan hari ini diikuti oleh 10 konfrater MSC yang datang dari berbagai wilayah pelayanan, yakni P. Albert, P. Tino, P. Pius, P. Serfi, P. Kiky, P. Jefri, P. Paul, P. Dwi Rahadi, P. Suroto, dan P. Empi.
Kursus Medior ini menjadi ruang bagi para peserta untuk berhenti sejenak dari rutinitas pelayanan, melihat kembali perjalanan hidup dan panggilan, serta memperbarui semangat dalam menjalankan perutusan sebagai religius MSC.
Selama delapan hari, kegiatan berlangsung dalam beberapa bagian yang saling melengkapi. Bagian pertama mengajak peserta mengenang kembali tempat-tempat pelayanan dan tugas yang pernah dijalani. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bahan permenungan untuk semakin memahami panggilan menjadi hati Allah di tengah dunia, sekaligus melihat berbagai tantangan dan proses pertumbuhan yang telah dilalui dalam perjalanan hidup dan pelayanan.
Bagian kedua berfokus pada tema misi. Bersama P. Albert, para peserta diajak merefleksikan kembali semangat perutusan dalam terang spiritualitas Hati Kudus. Refleksi ini juga diarahkan pada bagaimana kehadiran dan pelayanan para konfrater tetap relevan serta memberi makna bagi kehidupan Gereja partikular.
Selanjutnya, para peserta mendapatkan pendampingan dari dr. Mustika, seorang praktisi functional biomedicine. Sesi ini membantu peserta memahami cara kerja tubuh serta berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga tubuh agar tetap berfungsi secara optimal. Aspek kesehatan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan diri untuk menjalani pelayanan dan kehidupan komunitas secara berkelanjutan.
Pada bagian berikutnya, P. Steven mendampingi peserta dalam refleksi mengenai kehidupan sebagai religius klerus. Para peserta diajak semakin memahami pentingnya kesetiaan terhadap panggilan serta berhati-hati terhadap berbagai situasi yang dapat membawa seorang religius pada persoalan yang berkaitan dengan hukum Gereja maupun hukum Tarekat.
Tidak hanya mendapatkan materi dan refleksi, Kursus Medior juga menjadi kesempatan untuk membangun budaya mendengarkan dan berbagi pengalaman. Para peserta diberi ruang yang luas untuk mensyeringkan perjalanan hidup masing-masing—mulai dari pengalaman suka dan duka, harapan, hingga berbagai pergumulan yang dihadapi dalam kehidupan dan pelayanan.
Ruang berbagi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam proses Ongoing Formation. Dengan saling mendengarkan, para peserta tidak hanya belajar dari materi yang diberikan, tetapi juga dari pengalaman hidup satu sama lain. Setiap pribadi mendapat kesempatan untuk didengarkan, dihargai, dan diterima dalam perjalanan panggilannya.
Program Ongoing Formation berikutnya dijadwalkan berlangsung pada September 2027, kembali di Wisma Cengkih. Tahun depan akan diselenggarakan Kursus Medior dan Kursus Senior. Kursus Senior secara khusus dirancang bagi para konfrater berusia 65 tahun ke atas, sebagai ruang persiapan untuk memasuki masa lanjut usia dengan semakin matang, bijaksana, dan tetap setia dalam panggilan.
Jumlah peserta ideal untuk masing-masing kursus ditetapkan sebanyak 12 orang, sehingga proses pendampingan dan berbagi dapat berlangsung secara lebih intensif. Dengan jumlah yang terbatas, setiap pribadi diharapkan dapat memperoleh ruang yang cukup untuk didengarkan, dihargai, dan didampingi secara mendalam.
Melalui Ongoing Formation, MSC terus menyediakan ruang bagi para konfrater untuk memperbarui diri, memperdalam spiritualitas, merawat kesehatan, serta meneguhkan kembali komitmen dalam menjalankan perutusan.
Sampai bertemu dalam Ongoing Formation 2027: Kursus Medior dan Kursus Senior.

Kursus Medior MSC 2026: Meneguhkan Spiritualitas, Misi, dan Kematangan Diri
Selama delapan hari, kegiatan berlangsung dalam beberapa bagian yang saling melengkapi. Bagian pertama mengajak peserta mengenang kembali tempat-tempat pelayanan dan tugas yang pernah dijalani. Pengalaman tersebut kemudian menjadi bahan permenungan untuk semakin memahami panggilan menjadi hati Allah di tengah dunia, sekaligus melihat berbagai tantangan dan proses pertumbuhan yang telah dilalui dalam perjalanan hidup dan pelayanan.

Di Usia 94 Tahun, Romo Lambertus Somar Tetap Berziarah: Ditandu Umat Menuju Gua Maria Melung
Usia lanjut tidak menghalangi Romo Lambertus Somar, MSC untuk tetap menjalani peziarahan iman bersama umat. Di usia 94 tahun, imam sepuh tersebut mengikuti rangkaian ziarah ke sejumlah tempat devosi Maria di wilayah Banyumas, Jawa Tengah.

JUBILEUM 150 TAHUN TAREKAT MSC DI DARATAN AMERIKA part 5
Sejak penahbisannya pada tahun 1909, P. François Bourrin selalu mendukung usaha pembukaan Sekolah Apostolik di Beauport, wilayah Quebec, negara Kanada. Sebaliknya P. Barral tidak berpendapat demikian. Beauport seharusnya tetap saja menjadi tempat Novisiat.
