Penutupan Musyawarah Provinsi MSC Indonesia 2026
JAKARTA, (Jumat, 13 Februari 2026) – Memasuki hari kelima sekaligus hari terakhir, Musyawarah Provinsi MSC Indonesia 2026 resmi ditutup. Agenda penting pada hari ini difokuskan pada Laporan Tim Penyelaras Dokumen Provinsi, Laporan Tim Perumus Rekomendasi Musyawarah, serta Laporan Pembangunan Rumah Induk dan Provinsialat Baru.

Menghindari “Kegagapan” dalam Misi
Rangkaian sidang diawali dengan Ibadat Pagi yang dipimpin oleh Br. Yos Daempal, MSC, dan Misa yang dipimpin oleh P. Felix Amias, MSC (Pemimpin Daerah Papua). Dalam renungannya yang berangkat dari 1Raj. 11:29-32; 12:19 dan Mrk. 7:31-37, P. Felix menyoroti pentingnya integritas pemimpin agar komunitas tidak terpecah.
Dari Bacaan Pertama, kita belajar bahwa masyarakat memberontak karena para pemimpinnya tidak melaksanakan tugasnya seturut kehendak Allah. Akibatnya, Kerajaan Israel terpecah menjadi dua bagian yakni Utara dan Selatan. Ini menjadi cerminan bahwa pemimpin berperan agar masyarakat hidup dengan baik.
Dengan nada rendah hati, P. Felix berbagi pengalamannya saat terpilih sebagai pemimpin daerah secara tak terduga. “Strategi saya sederhana: mengikuti ketentuan yang sudah ada dalam Konstitusi dan Statuta,” ungkapnya.
Beliau juga berpesan agar para anggota Tarekat tidak menjadi “gagap” dalam menyuarakan kebenaran. “Kita perlu berbicara dengan jelas, namun jangan asal bicara, atau banyak bicara,” selorohnya dengan nada bercanda.
Penyelarasan Dokumen: Memutus Siklus Pengulangan
Sidang ketigabelas dipimpin oleh P. Berty Tijow, MSC untuk mendengarkan presentasi dari Tim Penyelaras Dokumen-Dokumen Provinsi yang dibawakan oleh P. Longginus Farneubun, MSC. Hasil kajian tim mengungkap temuan penting mengenai efektivitas keputusan-keputusan rapat.

Tim mencatat adanya tren di mana keputusan atau rekomendasi tertentu sering dibahas berulang kali dalam berbagai rapat (Kapitel, Musyawarah, dan DPL), namun kerap kali tidak berlanjut pada eksekusi atau justru terlupakan setelah satu kali pembahasan. Temuan ini menjadi bahan evaluasi penting agar tata kelola dokumen dan keputusan ke depan menjadi lebih baik dan sistematis. Hasil penyelarasan Dokumen Provinsi diserahkan kepada Pemimpin yang baru untuk ditindaklanjuti.
Laporan Tim Perumus
Pada sidang keempat belas, di bawah pimpinan P. Sulvisius Joni Astanto, MSC, Tim Perumus memaparkan hasil yang akan direkomendasikan kepada Rapat Dewan Provinsi Lengkap (DPL).
Rekomendasi tersebut mencakup enam bidang utama: Misi dan Karya, Safeguarding, Tata Kelola dan Pemerintahan, Teknologi dan Administrasi, Partisipasi dan Kemitraan, serta Keuangan dan Aset

Setelah melalui koreksi, sebanyak 27 peserta sidang menerima rumusan tersebut. Moderator menegaskan bahwa rekomendasi ini bersifat final untuk dibawa ke rapat DPL.
Laporan Pembangunan Rumah Induk dan Provinsialat Baru
Sebagai agenda penutup (Varia), P. Oktavianus Andrew Paprang, MSC mewakili panitia pembangunan, – dalam hal ini P. Hubertus Berry Pareira, MSC (Ketua Panitia) – mempresentasikan laporan penyelesaian Rumah Induk dan Provinsialat MSC yang baru.
P. Andrew menyampaikan apresiasi mendalam kepada para donatur dan seluruh anggota yang telah mendukung proyek ini hingga tuntas. Namun, ia juga memberikan catatan penting terkait komitmen internal. Beliau mengingatkan kembali setiap pemimpin Komunitas Daerah/Rumah/ Formasi untuk segera menyelesaikan tanggung jawab dan kontribusi finansial masing-masing sesuai dengan kesepakatan awal pembangunan.
“Rumah ini adalah buah dari kemurahan banyak hati—panitia, donatur, dan seluruh anggota. Tugas kita sekarang adalah memanfaatkannya dengan optimal demi peningkatan kualitas dan kemajuan misi kita,” tegas P. Andrew.
Penutupan: Lima Menit Pembatinan
Sebelum menutup seluruh rangkaian Musyawarah, moderator memberikan waktu hening selama lima menit bagi seluruh peserta untuk menginternalisasi seluruh dinamika, diskusi, dan keputusan yang telah diambil selama lima hari terakhir.

Dengan berakhirnya sesi varia tersebut, Musyawarah Provinsi MSC Indonesia 2026 resmi dinyatakan berakhir, membawa harapan baru di bawah kepemimpinan yang baru saja terpilih.* (Tim Sekretariat Musprov 2026)

JUBILEUM 150 TAHUN TAREKAT MSC DI DARATAN AMERIKA part 5
Sejak penahbisannya pada tahun 1909, P. François Bourrin selalu mendukung usaha pembukaan Sekolah Apostolik di Beauport, wilayah Quebec, negara Kanada. Sebaliknya P. Barral tidak berpendapat demikian. Beauport seharusnya tetap saja menjadi tempat Novisiat.

Musda Komda Jakarta–Kalbar–Sumsel 2026 Resmi Dibuka: Berakar dalam Hati Kudus, Bersatu dalam Persaudaraan, Diutus untuk Misi
engusung tema “Berakar dalam Hati Kudus, Bersatu dalam Persaudaraan, Diutus untuk Misi,” Musda tahun ini dihadiri oleh para imam, diakon, dan bruder MSC. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pater Anselmus Jamlean, MSC, yang mewakili Provinsial MSC Provinsi Indonesia.

JUBILEUM 150 TAHUN TAREKAT MSC DI DUNIA BARU AMERIKA (Bagian IV)
Keberangkatan beberapa konfrater menuju wilayah bagian barat Kanada, pada tahun 1908, adalah bukti bahwa dahaga akan perluasan dan diversifikasi karya yang mendekam di hati banyak kaum religius muda, yang sekarang tinggal di Quebec maupun di Beauport, sama sekali tidak padam. Orang terus bermimpi tentang alam bebas yang mega luas. Terutama karena Gereja di Kanada sedang mengalami tahun-tahun perkembangan yang pesat.

Tinggalkan Balasan