Keberangkatan Pastor Jean-Baptiste Chappel, yang didampingi Bruder Henri Dechâtre, dari pelabuhan Le Havre di Prancis menuju ke benua baru Amerika di Toronto wilayah Kanada, pada tanggal 31 Juli 1873, bukanlah suatu yang kebetulan.
Keberangkatan Pastor Jean-Baptiste Chappel, yang didampingi Bruder Henri Dechâtre, dari pelabuhan Le Havre di Prancis menuju ke benua baru Amerika di Toronto wilayah Kanada, pada tanggal 31 Juli 1873, bukanlah suatu yang kebetulan.
Paus Leo XIV secara resmi menunjuk Mgr. Walter Erbi sebagai Nunsius Apostolik (Duta Besar Takhta Suci) untuk Republik Indonesia. Pengangkatan tersebut diumumkan oleh Kantor Pers Takhta Suci pada Rabu (1/7/2026), sekaligus mengakhiri masa kekosongan jabatan setelah Mgr. Piero Pioppo dipindahkan menjadi Nunsius Apostolik untuk Kerajaan Spanyol pada November 2025.
VATIKAN – Sebuah kabar membanggakan datang bagi Gereja Katolik Indonesia. Paus Leo XIV secara resmi menunjuk Uskup Agung Ende, Mgr. Dr. Paulus Budi Kleden, SVD, sebagai Anggota Dikasteri untuk Evangelisasi […]
Search Search 25 Maret 1881: Awal Misi Ad Gentes MSC Bagian Kedua (Lanjutan) Klik link dibawah ini untuk membaca bagian pertama KLIK DI SINI Posisi Pater Chevalier di Issoudun Pada […]
Peristiwa Pentakosta sering kita bayangkan sebagai sesuatu yang spektakuler: angin keras, lidah-lidah api, para rasul yang tiba-tiba berani. Tetapi P. Jules Chevalier mengajak kita melihat sesuatu yang lebih dalam—apa yang mendahului Pentakosta.
Dalam bagian sebelumnya kita telah merenungkan bahwa Maria adalah Mater misericordiae—Bunda penuh belas kasih. Namun teks ini membawa kita melangkah lebih jauh: bukan hanya tentang siapa Maria, tetapi bagaimana kita harus menanggapi kasih itu. Sebab ada bahaya halus yang diingatkan oleh P. Jules Chevalier: kita bisa saja percaya pada kebaikan Maria, tetapi tidak berubah.
Search Search Meditation for the Solemnity of the Ascension of the Lord Inspired by the Writings of Fr. Jules Chevalier Meditations I, pp. 608–611 Early this morning, in the quiet […]
Search Search Maria, Bunda Kerahiman yang Menuntun Kita Pulang Di sebuah ruang sederhana di Seminari Tinggi Bourges, seorang seminaris muda—Jules Chevalier—belajar berbicara tentang Allah, bukan hanya dengan kata-kata yang benar, […]
Pada hari keempat Perjalanan Apostoliknya di Afrika, Pope Leo XIV memilih datang ke salah satu wilayah paling terluka di Kamerun: Bamenda, pusat dari konflik berdarah yang dikenal sebagai “Krisis Anglophone”. Di tempat di mana suara tembakan telah lama menggantikan harapan, Paus menyampaikan pesan yang tajam, mendesak, dan menggugah: perubahan tidak bisa ditunda lagi—harus dimulai hari ini.
Paus Leo XIV tiba di Bandara Internasional Yaoundé-Nsimalen, dekat ibu kota Kamerun, pada Rabu (15/4/2026) pukul 14.57 waktu setempat. Kedatangan ini menandai dimulainya tahap kedua Perjalanan Apostoliknya di Benua Afrika, setelah sebelumnya mengawali kunjungan di Aljazair.